SEBAGAI Organ sistem pencernaan, lambung memiliki peran dan fungsi yang penting bagi tubuh kita. Lambung bertugas mengurai makanan dan minuman yang Anda konsumsi menjadi cairan berbentuk pasta, sehingga nutrisi yang dikandungnya mudah diserap oleh usus halus.
Selain itu, lambung juga bertugas membunuh kuman atau bakteri yang mungkin terkandung dalam makanan atau minuman yang Anda konsumsi. Namun berhati-hatilah untuk selalu menjaga kesehatan perut Anda. peluncuran halaman jalur kesehatan, Ada beberapa jenis penyakit perut.
Baca juga:
Studi mengungkapkan kemampuan kanker yang tak terbatas untuk berevolusi
radang perut
Gastritis atau peradangan pada dinding lambung terbagi menjadi dua jenis yaitu gastritis akut dan kronis. Kondisi ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, mulai dari penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid dalam waktu lama, konsumsi alkohol berlebihan, hingga adanya penyakit autoimun.
Pada beberapa orang, gastritis dapat terjadi tanpa gejala. Namun jika menimbulkan gejala, penderita gastritis dapat mengalami muntah, mual, cegukan, nyeri pada ulu hati dan BAB dengan feses berwarna hitam. Gastritis dapat menyebabkan komplikasi serius bagi penderitanya seperti sakit maag, pendarahan lambung dan kanker lambung.
GERD
GERD (gastroesophageal reflux disease), juga dikenal sebagai penyakit asam lambung, adalah suatu kondisi di mana makanan atau minuman yang telah bercampur dengan asam lambung kembali naik ke kerongkongan. Kondisi tersebut dapat menyebabkan rasa asam atau pahit di mulut dan rasa panas di dada.
Penderita GERD juga dapat mengalami mual, muntah, sakit tenggorokan, dan sulit tidur. Dalam jangka panjang dan tanpa penanganan yang tepat, GERD dapat menyebabkan iritasi dan pendarahan dari kerongkongan bahkan kanker kerongkongan.
tukak lambung
Tukak lambung adalah luka yang disebabkan oleh pengikisan dinding lambung atau usus kecil. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori atau konsumsi obat anti peradangan yang berlebihan seperti aspirin dan ibuprofen.
Seseorang yang mengalami sakit maag dapat mengalami berbagai gejala, seperti perut kembung, mual, sering bersendawa, nyeri ulu hati, bahkan muntah darah. Gejala-gejala ini juga dapat memburuk ketika pasien sedang stres, mengkonsumsi makanan pedas atau asam berlebihan, merokok dan minum alkohol.
Baca juga:
Histerektomi membantu wanita dengan kanker serviks
gastroparesis
Otot perut bertanggung jawab untuk mendorong makanan atau minuman ke dalam usus kecil. Namun, pada penderita gastroparesis, otot perut tidak dapat berfungsi secara optimal sehingga proses mencerna makanan menjadi lambat.
Gastroparesis biasanya disertai berbagai keluhan, mulai dari cepat kenyang saat makan, perut kembung, mual, mulas hingga muntah akibat makanan yang belum tercerna dengan sempurna. Gastroparesis diyakini terjadi akibat kerusakan saraf yang mengontrol otot perut. Penyakit lambung ini juga berisiko tinggi bagi orang dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti amiloidosis, diabetes, dan skleroderma.
kanker usus
Penyakit lambung yang juga perlu diwaspadai adalah kanker lambung. Hal ini dikarenakan kanker lambung jarang menimbulkan gejala yang spesifik pada stadium awal, sehingga baru terdeteksi ketika sudah memasuki stadium lanjut.
Penyebab kanker lambung belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko kanker lambung, seperti obesitas, konsumsi makanan tidak sehat, kebiasaan merokok, dan jarang berolahraga.
Anda dapat mengurangi risiko penyakit lambung. Pola hidup sehat sangat dianjurkan, mulai dari memperbanyak konsumsi sayur dan buah, menjaga berat badan ideal, hingga membatasi konsumsi makanan atau minuman yang tidak sehat, seperti gorengan dan alkohol.
Selain itu, Anda juga harus mencuci tangan sampai bersih dengan sabun dan air mengalir. Lakukan ini sebelum memasak dan makan untuk mencegah masuknya mikroorganisme penyebab sakit perut ke dalam tubuh. (dll.)
Baca juga:
Gangguan tidur meningkatkan risiko stroke





