Lahan Bekas Pembalakan Liar di Pangandaran Kembali Dihijaukan

0
355 views
Ribuan pohon ditanam dilokasi bekas pembalakan liar di Pangandaran.

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Ribuan bibit pohon berbagai jenis kembali ditanam, untuk menggantikan tanaman yang rusak akibat pembalakan liar di blok Kitambaga petak 7A RPH Cisaladah BKPH Pangandaran, di Dusun Banjarsari, Desa Selasari, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Kamis (16/1/2020).

Kegiatan ini dipimpin langsung Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata bersama Wakilnya Adang Hadari.

Turut serta dalam kegiatan tersebut, Kapolres Ciamis, Dandim Ciamis, Ketua DPRD Pangandaran, Adm Perhutani Ciamis, para Kepala SKPD dan staf, relawan, pelaku wisata hingga masyarakat setempat.

Penanaman pohon dilakukan di lahan seluas 13,6 Ha (136.000 m2), Adapun jumlah pohon yang di tanam sebanyak 5.440 bibit pohon, terdiri dari buah Durian, ketik, Mangga, Jengkol dan Pete sebanyak 1.088 buah.

Selain itu terdapat tanaman kehutanan seperti Kiara, Salam dan Kosambi dan Trembesi sebanyak 4.352 bibit tanaman.

Satgas Jaga Leuweung berfoto bersama Bupati, Wabup, Ketua DPD Pangandaran, Kapolres Ciamis dan Dandim Ciamis.

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kodim 0613 Ciamis, Polres Ciamis, Perhutani dan masyarakat yang telah ikut berpartisipasi dalam kegiatan penamanan pohon dan mendukung penghijauan di Kabupaten Pangandaran.

Bibit yang ditanam, kata Jeje, juga merupakan tanaman yang bermanfaat bagi masyarakat seperti Jeruk, Mangga, Pete dan Durian sehingga nantinya bisa dimanfaatkan masyarakat.

Bupati berharap semua pihak menjaga dan merawat tanaman tersebut agar dapat tumbuh dengan baik, sehingga program penghijauan kembali di lahan kritis ini bisa tumbuh dan berhasil.

“Mari kita jaga dan rawat hutan. Apa yang sudah kita tanam hari ini, nantinya kita juga yang akan menikmati hasilnya,” ujarnya.

Bupati Jeje pun menegaskan komitmennya untuk menghentikan kegiatan pembalakan liar di wilayah Kabupaten Pangandaran.

“Karena saya yakin, bencana seperti kekeringan, banjir dan longsor, akibat dari perbuatan manusia, terutama mereka yang berpikiran pendek. Mereka hanya mencari keuntungan sesaat dengan melakukan pembalakan liar tanpa memikirkan kerusakan dan akibat yang dapat merugikan orang banyak,” terang Jeje.

Salah satu upaya yang dilakukan, tambah Dia, antara lain dengan membentuk Satgas Jaga Leuweung, yang anggotanya merupakan masyarakat desa yang memiliki hutan.

“Jumlah mereka ada 150 orang. Mereka akan kita latih dan dididik untuk lebih memahami hutan, manfaat hutan dan akibat jika hutan rusak dan lain sebagainya. Diharapkan mereka dapat mensosialisasikan kepada warga lainnya,” tutur Jeje.

Kalaupun nanti ada masyarakat ingin memanfaatkan lahan, Jeje mengajak, untuk melakukan koordinasi terlebih dahulu. Hal ini karena masih ada lahan-lahan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Jeje berharap, kegiatan ini menjadi sebuah momentum untuk menjaga keletestarian hutan sebagaimana fungsinya.

Apalagi daerah yang dilakukan reboisasi pada hari ini, kata Jeje, terdapat hulu sungai yang mengalir ke Citumang, Green Canyon dan sungai lainnya.

“Aliran air sungai ini juga bermanfaat bagi petani, di wilayah Parigi, Cijulang, Cimerak dan wilayah lainnya. Makanya ayo dijaga!” ungkap Jeje. (*)

Silahkan berkomentar dengan santun dan bertanggung jawab