Laba-Laba Kehilangan Penglihatan saat Lapar

PRIA jika Anda tidak cukup makan, Anda bisa menjadi lemah hingga penglihatan Anda menjadi pusing dan redup. Ternyata laba-laba juga mengalami hal yang sama, jika terlalu lapar bisa kehilangan penglihatan lho.

Ahli biologi di University of Cincinnati menemukan bahwa laba-laba yang kekurangan makanan kehilangan sel-sel tubuh yang peka terhadap cahaya, yang sangat penting untuk penglihatan mereka yang tajam.

Baca juga:

Spesies baru laba-laba pintu jebakan terbesar di dunia ditemukan di Australia

Fakta ini ditemukan secara kebetulan saat para peneliti meneliti mata laba-laba dengan menggunakan oftalmoskop khusus dibuat di laboratoriumnya. Mereka menemukan bintik-bintik gelap pada beberapa fotoreseptor laba-laba yang mengindikasikan kerusakan.

“Anda dapat mengetahui hanya dengan melihatnya bahwa beberapa fotoreseptor telah mati,” kata Elke Buschbeck, seorang profesor di UC College of Arts and Sciences.

Ada bintik hitam pada beberapa fotoreseptor laba-laba saat lapar. (Foto: Unsplash/Julian Schultz)

Namun, ada keraguan di antara para peneliti apakah fotoreseptor benar-benar mati atau hanya memburuk sesaat. Shubham Rathore beralih ke mikroskop elektron untuk memastikan bahwa sel memang sedang sekarat.

Baca juga:  Pertamina Perkirakan Kebutuhan BBM di Solo Raya Naik 27 Persen saat Lebaran

Hasilnya menunjukkan bahwa laba-laba yang makan lebih sedikit kehilangan lebih banyak fotoreseptor, terutama di bagian retina yang memiliki kepadatan tertinggi. Bagian retina ini setara dengan fungsi makula pada mata manusia. “Fotoreseptor sangat mahal. Sulit memenuhi kebutuhan energinya. Jika Anda menghilangkan nutrisi, sistem akan gagal,” kata Buschbeck.

Baca juga:

Laba-laba memiliki manfaat, jangan bunuh mereka!

Selain itu, degenerasi makula, penyebab utama hilangnya penglihatan terkait usia pada manusia, juga dikaitkan dengan masalah metabolisme dan kesulitan pasokan energi.

Fotoreseptor laba-laba memburuk saat kelaparan. (Foto: freepik/freepik)

Ini bisa memberikan wawasan baru tentang bagaimana nutrisi dapat memengaruhi masalah penglihatan terkait usia seperti degenerasi makula. Temuan ini dapat meningkatkan pemahaman kita tentang kesehatan retina dan saraf dan memberikan model untuk penelitian di masa depan.

“Kekurangan nutrisi dapat mempengaruhi kehilangan penglihatan, yang menunjukkan betapa pentingnya memperhatikan efek kekurangan nutrisi,” kata rekan penulis Anette Stowasser.

Dalam studi selanjutnya, para peneliti ingin melihat apakah degenerasi dimulai pada jaringan pendukung di sekitar fotoreseptor dan nutrisi apa yang secara khusus mendukung kesehatan visual yang baik. (km)

Baca juga:

Pokémon menginspirasi spesies kecoak baru di Singapura



Source link