terjadi dalam salah satu rumah pada Dusun Pannujuang, Desa Kalemandalle, Kecamatan Bajeng Barat, Kabupaten . Tiga orang tewas dalam kejadian tersebut.

Penyerangan dipicu masalah poliandri.

Para pelaku yakni, suami pertama dari ID (52), Herman Leo (60), lalu keduanya Muh Al Fatanah alias Angga (23) lalu Herawan Mappatundu alias Wawan (28).

Sementara pelaku lainnya yakni, Irwandi alias Cambang (18), Sulfian alias Pian Tejo (19) lalu Muh Tajar Daeng Punna (54) yang dimaksud membantu para pelaku kabur ke Palu, Sulawesi Tengah, untuk bersembunyi dari kejaran polisi.

“Terjadi pada 30 September 2023 sekira pukul 18.00 Wita. Di rumah Herman, Wawan, kemudian Angga telah terjadi lama terjadi perencanaan penyerangan kepada rumah korban, Faisal Daeng Rimo (22),” kata Kapolda Sulsel, Irjen Pol Setyo Boedi Moempoeni Harso, Jumat (6/10).

Setelah merencanakan penyerangan tersebut, kata jenderal bintang dua ini, para pelaku sempat pesta minuman keras sebelum menyerang rumah korban pada 1 Oktober kemarin.

“Sekitar pukul 01.18 WITA, para pelaku tiba di tempat area TKP serta langsung melakukan penyerangan kemudian mengakibatkan 3 orang meninggal dunia,” jelasnya.

Penyerangan tersebut, terang Kapolda Sulsel terjadi akibat Herman cemburu terhadap istrinya, ID yang mana yang telah lama lama menikah dengan Faisal Daeng Rimo pada 2020 lalu. Padahal, kata Boedi pernikahan siri itu disetujui oleh pelaku yang mana digunakan telah lama lama pisah ranjang selama tujuh tahun.

“Namun pelaku utama ini tahu, bahkan atas persetujuannya sendiri, terjadinya poliandri selama ini. Namun, sekarang ini baru merasa cemburu. Sehingga muncul sakit hati lalu setuju melakukan penyerangan,” ungkapnya.

Setelah penyerangan tersebut, kata Boedi para pelaku kabur ke Palu dengan dibantu oleh Muh Tajar Daeng Punna untuk menghindari kejaran polisi. Sehingga ada enam orang yang digunakan dimaksud diamankan dalam kasus ini.

“Awalnya Herman yang dimaksud hal tersebut diamankan setelah kejadian itu. Kemudian dikembangkan selama 4 hari akhirnya pelaku berhasil ditangkap di area dalam Kota Palu,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolres Gowa, AKBP Reonald Simanjuntak mengatakan setelah peristiwa penyerangan yang dimaksud menewaskan tiga korban, pihak keluarga korban sempat berencana akan melakukan tindakan aksi balasan.

“Benar setelah kejadian ada upaya pembalasan. Tapi diberikan pengertian kepada keluarga korban bahwa pasti akan kami tangani juga kejar pelakunya,” kata Reonald dalam Mapolda Sulsel.

Sumber: CNN Indonesia