Di dalam tubuh kita terdapat serangkaian tempat pembuangan yang terbentuk selama hidup. Ada lubang hidung, telinga, dubur dan saluran kemih.
Salah satu tempat pembuangan yang biasa kita bersihkan adalah liang telinga. Penyumbatan liang telinga akibat kotoran mendorong kita untuk mengikisnya dengan kapas.
Apa sebenarnya kotoran ini? Di dalam telinga terdapat cairan yang disebut serumen. Cairan sangat baik untuk tubuh kita.
Serumen bertindak sebagai semacam lapisan permukaan pelindung, mencegah kuman, kotoran, dan iritasi lainnya masuk lebih dalam ke saluran telinga. Itu juga membuat kulit di dalam telinga halus dan terhidrasi.
Saat cairan mengambil berbagai benda yang masuk ke telinga, cairan itu berubah menjadi kotoran.
Lilin bisa hilang dengan sendirinya. Salah satunya adalah keluar rumah.
Masalah muncul ketika telinga menghasilkan terlalu banyak kotoran.
Akibatnya, kotoran menumpuk seiring waktu. Kotoran ini bisa menyumbat telinga Anda. Akibatnya, kemampuan mendengar akan berkurang.
Lalu bagaimana cara membersihkan telinga dengan benar? Kami membersihkan kotoran telinga dengan melembutkannya dengan minyak mineral, pelembut lilin yang dijual bebas, atau menggunakan tetesan air, memiringkan kepala, dan mengalirkan air ke dalam telinga.
Pengumuman. Gesek ke bawah untuk melanjutkan
Jika cara ini tidak berhasil, kita bisa pergi ke dokter. Padahal, akan lebih baik jika kita rutin ke dokter.
Seperti yang sering kita lakukan, membersihkan telinga dengan kapas justru kontraproduktif.
Penyeka kapas dapat mendorong lilin lebih dalam, tetapi juga dapat menyebabkan iritasi.
Padahal, cotton bud tidak boleh digunakan di telinga. Ujung kapas bisa masuk ke dalam, sehingga harus dilepas oleh seorang profesional.
