Berita

Kopi Robusta dari Pangandaran Tembus Pasar Luar Jawa

Tanaman Kopi Robusta di Kabupaten Pangandaran mencakup luas total 609 Ha, terdiri dari 292 Ha di lahan negara dan 317 Ha di lahan kebun rakyat.

Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan, Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran Ridwan Mulyadi mengatakan, total produksi pada tahun 2018 mencapai 263 ton green bean.

Menurutnya, pengolahan hasil green bean dewasa ini sudah mulai dilakukan oleh masyarakat, dengan merek antara lain, Kopi Pangandaran, Srikandi Coffe dan lainnya.

“Pemasaran dilakukan baik secara online maupun konvensional, dengan pangsa pasar selain pasaran lokal di kabupaten pangandaran juga memasok luar pangandaran antara lain Yogyakarta, Solo, Bandung, Jakarta bahkan luar Jawa,” jelasnya.

Ridwan mengungkapkan, Kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan yang sangat digemari masyarakat, dan diharapkan dapat mendukung sektor pariwisata di Kabupaten Pangandaran.

Kopi merupakan sajian ‘wellcome dring’ yang khas serta dapat juga dijadikan oleh2 khas Kopi Pesisir dengan cita rasa yang luar biasa,” pungkasnya.

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata dan Wakil Bupati Adang Hadari saat meresmikan Pangandaran Creative Space, sempat merasakan nikmatnya kopi robusta asli Pangandaran dengan merek dagang Srikandi Coffee.

Mereka sepakat aroma dan rasa kopi yang diminum sangat nikmat dan tidak enek.

“Mantap, luar biasa. Saya tidak merokok tapi biasa minum kopi. Ini enak sekali dan tidak enek,” kata Bupati Jeje. (Iwan Mulyadi)

Apa komentar anda?
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top