Indeks

Konsumsi 2023 tumbuh sebelum pemilihan umum: ekonom

TIME.CO, Jakarta Ekonom senior Institute for Economic and Financial Development (Indef), Aviliani, Kamis mengatakan, “tahun politik” menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 akan meningkatkan konsumsi masyarakat, yang akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.

“Tahun politik cenderung banyak pengeluaran parpol, akan ada peningkatan, paling tidak sumber daya yang dibelanjakan parpol dan caleg yang mencalonkan diri di DPR,” kata Aviliani di Jakarta pada tanggal 2 Maret.

Dalam diskusi publik online bertajuk “Tantangan Ekonomi di Tahun Politik,” ekonom senior Indef itu mengatakan, belanja partai politik berkontribusi pada peningkatan konsumsi menjelang pemilihan umum. Biaya ini akan digunakan untuk persiapan kampanye kandidat.

Jabatan yang ditawarkan dalam periode pemilihan ini meliputi pemilihan presiden dan wakil presiden serta jabatan gubernur, walikota, wakil walikota, bupati, dan wakil bupati. Publik juga akan memilih perwakilan untuk Dewan Perwakilan daerah dan nasional.

Avilani mengatakan, dalam dua pemilihan umum terakhir, ekonomi berhasil bertahan di angka 5,01% pada 2014 dan 5,02% pada 2019.

“Masyarakat kita cenderung jauh lebih dewasa karena pemilu dianggap biasa saja,” ujarnya.

Namun, kata dia, di tahun pemilu, yang penting adalah memastikan kebijakan pemerintah berkelanjutan untuk mendukung investor berinvestasi.

“Biasanya orang takut berinvestasi karena biasanya kalau presiden mulai berganti, politik juga berubah. Ini sangat perlu diperkuat di Bappenas kita,” ujarnya.

Avilani mengatakan, program-program yang sudah ada pada pemerintahan sebelumnya harus dilanjutkan pada pemerintahan berikutnya dengan pemimpin baru untuk memberikan rasa aman kepada investor.

“Misi masing-masing presiden tidak boleh berbeda, tapi bagaimana melanjutkan program yang sudah ada. Itu mungkin perlu meyakinkan investor,” katanya.

ALI AKHMAD NOOR

Pilihan editor: Bawaslu mengatakan penundaan pemilihan umum 2024 tidak mungkin dilakukan

klik disini untuk mendapatkan update berita terbaru dari Tempo di Google News

Source link

Exit mobile version