BERITA  

Kondisi PDP Positif Covid-19 Warga Pangandaran Semakin Membaik

Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata.

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menyampaikan satu PDP positif Covid-19 warga Kecamatan Parigi yang saat ini ditangani pihak RSUD Banjar, kondisinya semakin membaik.

“Saya dapat kabar kondisi kesehatannya sudah mulai membaik,” ungkap Jeje, Rabu, 6 Mei 2020.

Kata Jeje, satu orang warganya yang kini dirawat di RSUD Banjar berjenis kelamin perempuan paruh baya tersebut tinggal menunggu hasil Swab Covid-19.

“Mudah-mudahan hasil Swab nya negatif, sehingga si pasien bisa pulang dan dinyatakan sembuh dari wabah virus corona,” ujarnya.

Dirinya juga sudah memerintahkan kepada petugas kesehatan, pemerintah desa maupun kecamatan untuk memantau keluarga pasien, baik 11 orang keluarganya yang berdomisili di Kecamatan Parigi maupun 7 orang keluarganya yang berdomisili di Kecamatan Padaherang.

Kata Jeje, ke 18 keluarga si PDP positif Covid-19 masih menjalani karantina mandiri.

“Sambil memantau keluarga nya melakukan mobilitas kemana aja. Itu terus dipantau,” kata Jeje.

Bahkan Jeje tidak henti-hentinya mensosialisasikan DJCM (Dirumah Saja, Jaga Jarak, Cuci Tangan dan Pakai Masker) kepada masyarakat.

“Kalo kita ingin wabah virus corona ini cepat berlalu, ayo kita sama-sama putuskan mata rantai penyebaran Covid-19 ini dengan mematuhi pemberlakukan PSBB,” ucapnya.

Baca juga:  Tingkat Partisipasi Masyarakat Pangandaran di Pilkada 2020, Tertinggi di Jawa Barat

Sementara informasi dari Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Pangandaran Yani Achmad Marzuki, untuk jumlah data  Covid-19 di Kabupaten Pangandaran hingga Rabu, 6 Mei 2020, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 ada 1 orang yang kini tengah dirawat.

Sedangkan untuk berstatus PDP sebanyak 7 orang, yang terdiri dari 3 orang selesai, 3 orang meninggal dunia dan 1 orang masih dalam pengawasan.

“Sementara untuk yang dalam pemantauan sebanyak 523 orang, 506 orang di antaranya selesai dan 17 orang masih dalam pemantauan.

Sedangkan yang berstatus Orang Tanpa Gejala sebanyak 61 orang dan 59 orang selesai, OTG yang masih dalam pemantauan sebanyak 2 orang,” paparnya. (*)