Semuel mengimbau pengguna untuk segera melakukan migrasi agar saldo yang tersimpan di PayPal tidak hilang.

“Kami harapkan, ini kami buka (situs web Paypal) untuk memberi kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan migrasi. Migrasi supaya uang-uangnya tidak hilang karena memang sampai saat ini, kami tidak berhasil dan Paypal tidak melakukan kontak dengan kami,” sambungnya.

Dia juga menuturkan hingga saat ini pihak PayPal belum mendaftarkan diri pada laman PSE Kementerian Kominfo.

Oleh karena itu, akses ke PayPal bakal kembali ditutup usai tenggat waktu yang diberikan kepada pengguna guna memindahkan saldonya.

Layanan keuangan PayPal dapat menarik dana dalam 56 mata uang asing serta menyimpan saldo rekening dalam 25 mata uang sehingga memudahkan pengguna untuk bertransaksi lintas negara.

Pemblokiran yang dilakukan Kominfo tersebut menimbulkan kegaduhan bahkan menuai kritik dan protes dari warganet.

Di Twitter ramai warganet membicarakan pemblokiran PayPal menggunakan tagar #BlokirKominfo.

Terlebih, aplikasi tersebut sudah banyak digunakan oleh para kreator, streamer game, hingga freelance.

Dana yang dimiliki sejumlah pengguna itu pun diduga masih banyak yang tersisa di dalam PayPal.

TRIBUNBANTEN.COM