Ketum PP Muhammadiyah Apresiasi Menag Ayomi Perbedaan Lebaran

MerahPutih.com – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengapresiasi Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang dinilai mampu melindungi umat Islam yang berbeda dalam penetapan 1 Syawal 1444 H/2023 M.

“Saya kira ini kemajuan Menag. Kita berikan apresiasi yang besar, yang menunjukkan toleransi yang baik. Ini yang harus dilakukan pemerintah,” kata Haedar usai menurunkan kontingen Takbir Gema Jogja 2023 di halaman Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta, Kamis malam.

Baca juga:

Muhammadiyah menyiapkan 76 titik salat Idul Fitri di lapangan

Ia juga mengapresiasi pemerintah yang telah memberikan kesempatan kepada berbagai komponen masyarakat muslim dalam merayakan Idul Fitri untuk ikut memanfaatkan fasilitas umum.

“Kami berterima kasih kepada pemerintah yang telah melindungi dan memberikan kesempatan bagi mereka yang berbeda untuk menggunakan fasilitas publik maupun penyiaran,” ujarnya.

Haedar memastikan seluruh warga Muhammadiyah di seluruh tanah air sudah menentukan tempat pelaksanaan salat Idul Fitri pada Jumat (21/4).

“Jadi insya Allah lokasi dan lokasinya akan kami publikasikan,” kata Haedar.

Baca juga:  Ratusan Napi Jakarta Bebas Keluar Penjara Saat Lebaran

Menurut Haedar, kesediaan pemerintah memberikan izin penggunaan fasilitas umum bukan hanya untuk kepentingan warga Muhammadiyah, tapi untuk umat Islam secara keseluruhan.

Baca juga:

Muhammadiyah menyiapkan berbagai titik salat Idul Fitri di Jakarta, 21 April 2023

“Tidak ada ruginya jika pemerintah mengizinkan (fasilitas umum) digunakan (sholat Idul Fitri) pada 21 April dan lapangan yang sama digunakan pada 22 April dibuka,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengeluarkan surat edaran tentang pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri 1444 H yang salah satunya berisi pesan untuk menjaga ukhuwah Islamiyah menyikapi perbedaan yang mungkin terjadi di awal Syawal.

Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan 1 Syawal 1444 Hijriah atau Idul Fitri 2023 M jatuh pada Sabtu (22/4), setelah diputuskan dalam rapat isbat yang digelar di Gedung Kementerian Agama, Jakarta, Kamis.

Sementara itu, Muhammadiyah menetapkan Idul Fitri pada Jumat (21/4) yang didasarkan pada kriteria munculnya hilal.

Baca juga:

PP Muhammadiyah mengatakan Ramadhan adalah waktu untuk mempererat persatuan dan persaudaraan



Source link