Ketua MPR Minta Pemerintah Lakukan Terobosan Atasi Laju Urbanisasi

MerahPutih.com – Meningkatnya angka urbanisasi setelah libur lebaran seringkali menjadi masalah di kota-kota besar.
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendesak pemerintah melakukan terobosan untuk mencegah laju urbanisasi atau perpindahan penduduk dari desa ke kota.
Informasi itu disampaikan Presiden MPR menanggapi pernyataan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta yang memperkirakan sekitar 40.000 pendatang akan tiba di ibu kota setelah Lebaran 2023, meningkat 20 persen dibanding tahun lalu. tahun sebelumnya.
Baca juga:
76.518 kendaraan melintasi tol fungsional Jogja-Solo selama Lebaran
“MPR menilai fenomena yang terjadi cenderung bertentangan dengan aturan yang ada, sehingga pemerintah perlu memberikan terobosan baru”, ujarnya, Rabu (5/3), seperti dikutip Diantara.
Politisi yang akrab disapa Bamsoet ini menilai pemerintah pusat melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kementerian Tenaga Kerja dan Kementerian Sosial harus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk membuat kemajuan dan strategi mengatasi hal tersebut.
Bamsoet menilai laju urbanisasi sangat cepat, sehingga pemerintah dan aparatur daerah harus melakukan pengawasan dan pemantauan yang ketat sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 108 Tahun 2019 tentang Peraturan Pelaksanaan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil .
Peraturan tersebut menetapkan bahwa penduduk yang pindah ke DKI Jakarta harus terlebih dahulu memiliki pekerjaan dan/atau perumahan yang terjamin.
Presiden DPR RI periode 2018-2019 juga meminta Kementerian Ketenagakerjaan bersama Balai Latihan Kerja (BLK) menjadwalkan program-program pelatihan bagi masyarakat agar memiliki keterampilan bekerja dengan cara menciptakan lapangan kerja yang tidak terpusat secara eksklusif di wilayah Ibukota.
“Jadi bisa diremehkan pemikiran, terutama generasi muda yang tumbuh di pedesaan, yang cenderung ingin mencari pekerjaan yang berpotensi menghasilkan banyak uang dengan cepat, yang seringkali ada di perkotaan,” ujarnya.
Baca juga:
337.725 wisatawan berkunjung ke Kota Solo selama libur Lebaran 2023
Untuk itu, Bamsoet pun mendorong Kementerian Sumber Daya Manusia berkolaborasi dengan para pengusaha untuk menciptakan lapangan kerja inovatif bagi masyarakat di desa atau daerah yang tidak hanya terfokus pada sektor pertanian.
“Sehingga generasi muda khususnya memiliki kesempatan untuk berkembang dan meningkatkan kesejahteraannya dari segi ekonomi,” ujarnya.
Bamsoet menegaskan, pemerintah harus serius memperhatikan dan menangani masalah urbanisasi karena dikhawatirkan laju urbanisasi yang cepat akan menyebabkan bertambahnya masalah bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).
Sebelumnya, Kepala Disdukcapil DKI Budi Awaluddin mengatakan pada 26 April 2023 pihaknya memperkirakan kedatangan sekitar 40.000 pendatang ke ibu kota setelah Lebaran 2023.
“Perkiraan kami akan ada peningkatan sekitar 20 sampai 30 persen menjadi 36.000 sampai 40.000 pendatang baru,” kata Budi.
Sementara itu, Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menegaskan pada 27 April 2023 Pemprov DKI tidak menolak pendatang tetapi mengharapkan mereka yang sudah memiliki pekerjaan tetap.
Heru mengatakan, pihaknya menjumpai pendatang yang akhirnya menjadi pemulung di ibu kota, lalu kembali ke kampung halamannya.
Baca juga:
Rata-rata penduduk menghabiskan Rp. 2,7 juta untuk liburan saat lebaran


