MerahPutih.com – Presiden MPR Bambang Soesatyo meminta Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Kementerian Sosial, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Polri untuk memberikan perlindungan materil, psikologis dan hukum kepada korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
“Pastikan Anda memberi mereka tempat yang aman setelah ditahan,” kata Bamsoet, sapaan akrab Bambang Soesatyo, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.
Baca juga:
80 persen korban TPPO bekerja di luar negeri, perempuan
Pernyataan itu disampaikannya menanggapi tingginya jumlah korban tindak pidana perdagangan manusia dalam dua pekan terakhir yakni 5-17 Juni 2023. Menko Polhukam Mahfud MD menyebut ada 1.476 orang yang menjadi korban.
Selain itu, Bamsoet juga meminta BP2MI untuk terus menyelidiki dan mengusut korban TPPO lainnya yang mungkin belum terdeteksi saat ini agar segera diamankan dan diberikan perlindungan serta bantuan hukum.
“Karena mereka adalah warga negara Indonesia yang harus mendapat perlindungan negara,” ujarnya.
Ia meminta BP2MI menggunakan data tersebut sebagai tolok ukur untuk meningkatkan upaya preventif dalam pencegahan dan penindakan TPPO di Indonesia, termasuk memahami cara-cara TPPO seperti memberi umpan untuk menjadi pembantu rumah tangga, pekerja seks komersial/PSK, eksploitasi anak. , dan kru/kru.
“Agar ke depan pemerintah bisa lebih berhati-hati dan berupaya melawan TPPO,” kata Bamsoet.
Baca juga:
Polisi Kota Cirebon menangkap 1 orang pelaku perdagangan manusia di Arab Saudi
Bagi Bamsoet, kerjasama antar lembaga sangat diperlukan untuk memberantas perdagangan manusia. Karena itu, dia meminta BP2MI dan Polri untuk membasmi dan menangkap semua pelaku TPPO ke serikatnya.
Bamsoet mendorong seluruh pemangku kepentingan terkait untuk berkomitmen mengakhiri perdagangan manusia. Jangan sampai, kata Bamsoet, pelaku atau serikat pekerja yang terlibat justru berasal dari pihak-pihak yang harus memberikan perlindungan dan pencegahan penuh terhadap perdagangan manusia.
Beliau juga menyoroti pentingnya BP2MI untuk terus berinovasi dalam memberikan edukasi kepada calon TKI agar terhindar dari cara dan tindakan TPPO.
“Baik menginformasikan prosedur hukum, dinas pemberangkatan dan modus TPPO yang perlu dicermati,” kata Bamsoet.
Baca juga:
Anggota DPR meminta Satgas TPPO menindak tegas mafia perdagangan manusia





