Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran menegaskan bahwa sektor pertanian adalah sektor yang harus menjadi sektor yang strategis dalam ketahanan pangan.
“Tentu sektor pertanian ini harus mendapatkan kebijakan anggaran yang cukup dalam rangka kedaulatan pangan atau ketahanan pangan,” katanya usai koordinasi dan silatirahmi bersama petani Pangandaran.
Menurutnya, yang menjadi ke khawatiran semua pihak adalah bagaimana apabila terjadi krisis pangan. Maka salah satu solusinya adalah dengan intervensi sektor pertanian oleh pemerintah.
“Intervensi pemerintah harus dilakukan bahwa pertanian adalah menjadi awal dari peradaban bangsa ini,” ujarnya.
Terkait dengan kenaikan harga BBM yang berimbas terhadap para petani dan saat ini, Asep menyebut, petani hanya diberikan akses pembelian solar dan minyak tanah saja.
Menurut Asep, Alat pertanian yang digunakan oleh petani baik yang berupa bantuan maupun swadaya memerlukan bahan bakar bukan hanya solar tetapi juga menggunakab Pertalite.
“DPRD sudah komunikasi dengan Pertamina Tasikmalaya, Insya Allah hari Selasa 13 September 2022, Pertamina akan berkomunikasi dengan Bupati, DPRD, Dinas Pertanian terkait akses petani untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar yang mereka gunakan,” katanya.
Asep mengatakan, saat ini Dinas Pertanian tengah menyiapkan data jumlah petani dan siapa saja yang berhak mendapatkan akses.
“Siapa saja dan berapa jumlah kebutuhanya, apakah nanti berbentuk rekomendasi dari dinas atau kepala desa. Ini yang akan kita komunikasikan,” ujarnya.
Dirinya berharap, dengan langkah-langkah tersebut, minimal dapat meringankan beban-beban yang ada di sektor pertanian.
Apalagi, waktu tanam sudah semakin dekat sehingga pemerintah harus hadir bagaimana memfasilitasi dan mengadvokasi para petani.
“Bagaimana kita mau panen kalau petani tidak menanam karena costnya terlalu tinggi,” ujarnya.
Terkait dengan keluhan para petani, terutama pemilik lahan yang kesulitan mencari buruh tani pada saat musim panen. Asep mengatakan regenerasi petani harus dilakukan.
Menurut Asep, sektor pertanian merupakan komoditi yang besar namun tidak diminati oleh generasi muda. Maka harus ada upaya-upaya lain agar generasi muda tertarik kepada sektor pertanian.
“Memodernisasi pertanian, mengalihkan model-model konvensional ke model digital, merupakan salah satu cara agar generasi muda mau berfikir ke sektor pertanian,” katanya.





