
Merah Putih. dengan – Pemerintah membahas sederet tantangan di bidang ekonomi yang berpotensi terjadi pada 2023-2024 dan perlu diantisipasi.
Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan, rapat kabinet terbatas membahas kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal untuk penyusunan APBN 2024 tahun depan.
Baca juga:
Beberapa harga komoditas pangan naik pada 10 Januari 2023
Dalam siklus APBN, pemerintah memulai pembahasan dini mengenai arah kebijakan ekonomi makro dan fiskal tahun berikutnya, yang nantinya akan difinalisasi dalam proses penjabaran APBN nasional, serta akan dipresentasikan dan dikonsultasikan kepada DPR.
Sri Mulyani mengatakan, dalam rapat kabinet terbatas itu, pemerintah membahas salah satu perubahan luar biasa di lingkungan global.
Misalnya, untuk tahun 2023 dan 2024, tantangan yang terjadi saat ini antara lain situasi geopolitik yang memanas, inflasi dunia yang sangat tinggi yang menyebabkan kenaikan suku bunga global, dan pembukaan kembali China setelah lockdown.
“Hal ini memunculkan beberapa kemungkinan dan juga beberapa tantangan yang harus kita (pemerintah) antisipasi”, ujar Menkeu.
Ia menjelaskan untuk tahun mendatang, momentum ekonomi yang cukup kuat saat ini akan terus dipertahankan, sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia yang baik sebesar 5,3% pada tahun 2022, momentum tersebut dapat dipertahankan untuk tahun 2023 dan 2024.
Artinya, dari sisi permintaan konsumsi rumah tangga agar mampu tumbuh di atas 5%, inflasi di Indonesia harus dikendalikan dan kepercayaan konsumen harus dijaga dan investasi akan terus memperkuat momentumnya, ujarnya.
Sedangkan dari sisi global, pemerintah akan mengantisipasi kondisi global berupa ekspor yang mungkin mengalami gangguan akibat geopolitik dan harga komoditas yang ketidakpastiannya dapat meningkat akibat persaingan politik antar negara besar.
Baca juga:
Hilirisasi komoditas perkebunan memicu daya saing perekonomian nasional





