Indeks
Mobil  

Ketahui Penyebab Phantom Traffic Jam dan Cara Menghindarinya

momobil.id – Kemacetan lalu lintas di jalan tol terjadi karena berbagai sebab mulai dari kecelakaan, pembangunan jalan hingga gardu tol yang penuh sesak. Selain hal-hal tersebut, kemacetan lalu lintas di jalan tol seringkali terjadi tanpa penyebab yang jelas. Ini disebut sebagai jam lalu lintas hantu. Lalu apa penyebab sebenarnya jam lalu lintas hantu dan bagaimana cara menghindarinya?

karena Kemacetan Lalu Lintas Hantu

Dikutip dari Science ABC, jam lalu lintas hantu atau kemacetan lalu lintas tanpa sebab sering terjadi akibat gerakan statis yang dilakukan oleh berbagai kendaraan. Ini bisa jadi karena reaksi mendadak yang dilakukan oleh kendaraan di depan Anda.

Dijelaskan bahwa kendaraan cenderung merayap satu sama lain. Bahkan hanya menyisakan satu atau dua jarak antara satu mobil dengan mobil lainnya. Jika kendaraan mengerem di depannya, bagian belakang harus mengerem secara otomatis. Dan seterusnya, menimbulkan efek riak yang memperlambat puluhan bahkan ratusan mobil di belakang.

Selain itu, volume kendaraan yang besar juga menjadi salah satu penyebabnya jam lalu lintas hantu. Biasanya, volume kendaraan akan meningkat pada hari kerja pada pagi dan sore hari.

Phantom traffic jam sendiri terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • Jam Gerakan Besar = Akselerasi dan deselerasi kendaraan yang tidak menentu saat jalan penuh dengan kendaraan.
  • Efek Kupu-Kupu = jumlah kendaraan yang berpindah jalur yang mengakibatkan kemacetan.
  • Kemacetan = jalur sempit menyebabkan kemacetan lalu lintas.

Baca juga: Terjebak macet saat Ngabuburit, maksimalkan fitur hiburan di kabin mobil

Cara menghindari transit tanpa sebab

Berikut adalah beberapa cara Anda dapat menghindarinya. jam lalu lintas hantu.

1. Jaga jarak dengan kendaraan sekitar

Salah satu cara menghindari kemacetan tanpa alasan adalah dengan menjaga jarak dengan kendaraan di depan. Cara mengemudi yang baik adalah menjaga jarak yang sama dari mobil di depan dan di belakang.

Jika pengemudi di depan menginjak rem, pengemudi di belakang dapat menginjak rem dengan lembut dan singkat untuk menjaga jarak aman. Pengemudi belakang juga bisa melepaskan kaki secara perlahan dari pedal gas sehingga laju mobil bisa dikurangi.

2. Ganti jalur jika perlu

Saat berpindah jalur, kendaraan di belakang tentu akan mengurangi kecepatan dan membuka jalur untuk kendaraan di depan. Hal ini tentu saja dapat menimbulkan kemacetan dan jam lalu lintas hantu. Selain itu, berpindah jalur secara tiba-tiba juga bisa menyebabkan kecelakaan. Karena itu, pengemudi disarankan untuk berpindah jalur jika perlu.

Exit mobile version