Sebanyak 20 warga mengalami  usai menyantap nasi kotak yang tersebut yang disebut dibagikan saat kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di tempat tempat Desa Ciharashas, Kecamatan Cilaku,  Minggu (1/10).

Kepala Bidang Pencegahan lalu Pengendalian Penyakit Dinkes Cianjur, Frida Layla Yahya mengatakan data sementara dari petugas Puskesmas Cilaku, 20 warga yang mana mana mengalami keracunan mendapat penanganan medis di dalam area beberapa jumlah agregat tempat termasuk RSUD Cianjur.

“Beberapa orang yang digunakan mendapat perawatan merupakan anak-anak semua sudah ditangani secara medis kemudian mulai membaik, dua orang diantaranya menjalani perawatan dalam RSUD Cianjur lalu juga dua orang lainnya pada tempat rumah sakit swasta juga puskesmas setempat,” kata Frida seperti diberitakan Antara.

Frida menjelaskan pihaknya akan membawa sampel makanan ke Labkesda Jabar guna menjamin penyebab keracunan massal Cianjur.

“Kami akan mengirim sampel makanan guna uji laboratorium, sehingga kami belum sanggup memverifikasi penyebab keracunan, namun sebagian besar mengeluh sakit setelah menyantap nasi kotak yang mana mana didapat saat menghadiri Maulid Nabi,” katanya.

Pihaknya sudah dijalani menyiagakan puluhan tenaga medis untuk memberikan pelayanan cepat bagi warga yang digunakan digunakan mengalami keracunan dikarenakan diduga jumlahnya tambahan dari 20 orang. “Kami masih memantau serta menempatkan petugas dalam lapangan guna pelayanan cepat,” katanya.

Berdasarkan keterangan warga, korban keracunan massal Cianjur merasakan mual kemudian muntah setelah menyantap nasi kotak yang digunakan berisi nasi dengan lauk telur serta mie bihun tersebut. Sebagian besar menyantap nasi kotak setelah sampai di area area rumah bersama anak kemudian anggota keluarga lainnya.

“Kami mendapat nasi kotak setelah menghadiri acara Maulid Nabi. Kami menyantapnya setelah sampai di dalam area rumah, selang beberapa puluh menit usai menyantap nasi kotak, saya merakan pusing, mual dan juga juga muntah-muntah hal yang mana serupa dirasakan tetangga usai menyantap nasi kotak,” kata korban nasi kotak Ai Ayundawati (27).

Dia kemudian warga lainnya tiada merasakan rasa yang dimaksud berbeda dengan nasi kemudian lauk yang dimaksud dimaksud diberikan dalam kotak itu, namun selang beberapa puluh menit setelah menyantap habis merekan merasakan hal yang digunakan dimaksud serupa hingga akhirnya mendapat pertolongan medis dari tenaga kesehatan setempat.

“Setelah mendapat pertolongan medis kemudian diberikan cairan melalui infus, saya kemudian dua orang anak yang mana juga mengalami keracunan mulai membaik. Setahu saya tambahan banyak dari 20 orang yang tersebut dimaksud hadir dalam acara Maulid Nabi itu,” katanya.

Sumber: CNN Indonesia