Kemiskinan Bikin Warga Jadi Korban TPPO dan Jual Organ

Merah Putih. dengan – Pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk mengusut Undang-Undang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Setidaknya, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia melakukan rehabilitasi terhadap 618 korban perdagangan manusia.

“Korban ditempatkan di balai dan balai Kemensos, karena tanggung jawab kami menangani proses rehabilitasi dan pemberdayaan sosial akibat TPPO,” kata Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Kemensos Masyarakat Indonesia (Kemensos) Ruben Rico.

Baca juga:

Perdagangan dalam Sindikat Perdagangan Ginjal di Seluruh Negeri, Polisi Diduga Terlibat

Ia mengungkapkan, setelah dilakukan penilaian, bahwa permasalahan utama TPPO sebenarnya bermula dari rendahnya tingkat ekonomi dan faktor kemiskinan para korban.

Sebagian besar korban berasal dari Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Tengah.

“Selain memulangkan korban, Kemensos juga menyelesaikan sederet masalah, antara lain pelunasan utang, serta penguatan kewirausahaan, karena rata-rata korban terjebak rayuan uang untuk kemudian menjual asetnya. mayat,” tambahnya. dia berkata.

Baca juga:  Danau Toba Jadi Perbincangan Dunia, Luhut: SDM Indonesia Makin Bagus 

Kemensos juga membantu dari segi kesehatan, yaitu dengan mengikutsertakan mereka (para korban) dalam program Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) agar yang bersangkutan dapat memperoleh jaminan kesehatan.

“Setelah itu kami juga memberikan bantuan nafkah karena keadaan korban rata-rata menjual asetnya untuk berangkat dan hutang, sebelumnya kami memberikan bantuan untuk kebutuhan makan sehari-harinya,” ujarnya.

“Termasuk saat masuk penjajakan, jika yang berkepentingan memang keluarga miskin, kami juga akan melalui proses renovasi rumah,” tambahnya.

Kementerian Sosial akan melakukan proses pelatihan profesional dengan harapan para korban ini berhenti terjerumus ke dalam perangkap yang akan membawa mereka ke TPPO.

“Padahal yang utama yang harus kita lakukan adalah bagaimana mengeluarkan mereka dari kemiskinan, agar mereka tidak mudah tertipu di bidang ekonomi,” ujarnya. (Knu)

Baca juga:

Kasus TIP selalu melibatkan serikat pekerja nasional dan asing



Source link