
Merah Putih. dengan – Kasus antraks ditemukan di Dusun Jati, Candirejo, Kecamatan Semanu, Gunungkidul. Kasus ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia dengan status positif anthrax dan 87 orang dengan suspek anthrax.
Berdasarkan data DPKP DIY, total 12 ekor hewan mati akibat antraks di Dusun Jati, terdiri dari enam ekor sapi dan enam ekor kambing sejak April 2023.
Baca juga:
Waspada Daging Antraks, Berikut Ciri-Cirinya
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Daerah Istimewa Yogyakarta mengatakan provinsi tersebut akan menerima lebih dari 10.000 dosis vaksin antraks dari Kementerian Pertanian.
“Yang hadir lebih dari 10.000 dosis, kami masih belum tahu jumlah pastinya,” kata Kepala DPKP DIY Sugeng Purwanto.
Menurut Sugeng, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo Kabupaten Gunungkidul berencana menyerahkan dosis tambahan vaksin antraks pada Kamis (13/7).
“Kalau tidak ada perubahan (Mentan) akan menyerahkan bantuan vaksin langsung ke Gunungkidul,” ujarnya.
Sementara itu, Pendamping Kedokteran Hewan DPKP DIY Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Agung Ludiro mengatakan, sebelumnya DIY telah menyerahkan tambahan 10.200 dosis vaksin antraks ke Kementan.
Jumlah pengajuan mengacu pada total kebutuhan yang sudah dipetakan oleh masing-masing kabupaten di DIY dikurangi stok vaksin antraks yang saat ini tersedia hingga 2600 dosis.
“Kalau informasi dari pusat minimal seperti yang kita minta, bisa saja mereka memberikan lebih,” kata Agung.
Menurut Agung, seluruh dosis vaksin yang akan diterima harus sudah habis digunakan hingga enam bulan sebelum datang vaksin tambahan berikutnya dari pusat.
Ketentuan itu, kata dia, berlaku mengingat sebelumnya kasus terkonfirmasi antraks sudah muncul di DIY, yakni di Dusun Jati, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul.
“Karena ada kasus antraks yang dikonfirmasi, vaksinasi dilakukan setiap enam bulan atau dua kali setahun,” katanya.
Untuk mencegah penyebaran kasus antraks, tambahan 10.000 dosis vaksin antraks dari Kementan akan didistribusikan ke seluruh kabupaten di DIY.
“Untuk Kota Yogyakarta masih kami diskusikan karena jumlah ternaknya tidak besar,” ujarnya.
Menurutnya, khusus untuk Gunungkidul, penyuntikan vaksin akan dibagi menjadi tiga lapisan zona, yakni zona merah di kabupaten Semanu, zona kuning untuk kecamatan yang berbatasan langsung dengan zona merah dan zona hijau untuk kecamatan yang melakukan tidak berbatasan langsung.
“Di zona merah, 100 persen ternak akan divaksinasi, kemudian untuk zona kedua dan ketiga minimal 80 persen ternak,” ujarnya.
Baca juga:
Menyelesaikan penelitian antraks





