Kemenkes Minta Pihak RT/RW hingga Kepala Desa Bantu Partisipasi Vaksinasi Lansia

  • Bagikan

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta pihak RT/RW hingga kepala desa untuk membantu program akselerasi vaksinasi pada warga lanjut usia (lansia) dengan cara membuka sentra vaksinasi massal di desa atau kecamatan.

Juru Bicara Vaksinasi dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menilai upaya itu perlu dilakukan mengingat laju vaksinasi lansia di Indonesia sejauh ini tergolong lamban daripada kategori sasaran vaksinasi lainnya.

“Kita harus menggerakkan lurah, kepala desa, RT/RW, untuk mendata sebenarnya lansia di sekitarnya,” kata Nadia dalam acara daring yang disiarkan melalui kanal YouTube Lawan Covid19 ID, Salasa (6/4).

Nadia mengakui bahwa saat ini capaian vaksinasi lansia memang rendah. Data Kemenkes per Selasa (6/4) pukul 09.00 WIB mencatat sebanyak 1.777.335 lansia mendapat suntikan dosis pertama, sementara baru 344.138 lansia yang rampung mendapat suntikan kedua.

Itu artinya, secara keseluruhan, baru 1,59 persen lansia yang terhitung telah selesai menerima suntikan vaksin covid-19 secara lengkap.

“Membantu pendataan, kemudian nanti dilakukan penjadwalan untuk kemudian bisa dilakukan vaksinasi secara serentak. Ini tentunya memudahkan lansia bisa datang ke pos vaksinasi terdekat, tidak terlalu jauh dari tempat tinggal,” imbuhnya.

Adapun melihat kondisi itu, Nadia mengaku kini pihaknya tak lagi mencantumkan surat domisili sebagai syarat vaksinasi lansia. Artinya, saat ini lansia bisa menerima vaksin di fasilitas kesehatan atau sentra vaksinasi di mana saja.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes itu mewanti-wanti bahwa lansia tidak bisa tiba-tiba datang ke tempat vaksinasi, tanpa pendaftaran terlebih dahulu.

Masih di acara yang sama, Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) Hindra Irawan Satari mengatakan akselerasi program vaksinasi lansia memang harus dilakukan sesegera mungkin.

Sebab, lansia dan orang yang memiliki komorbid alias penyakit penyerta merupakan golongan yang menyumbang banyak kasus kematian dalam data sebaran virus corona di Indonesia.

“Sebenarnya masih banyak yang bisa kita percepat. Sebenarnya kuncinya itu Ketua RT/RW yang tahu, dan ujung tombak adalah Puskesmas di tingkat kecamatan, itu kalau bergerak saya yakin beres 1-2 bulan,” kata Hindra.

Hindra juga menyerukan agar lansia jangan takut untuk divaksin. Sebab, menurutnya manfaat vaksin adalah untuk memberikan benteng pencegahan terhadap virus, bukan malah menularkan virus atau menyebabkan penyakit lain pada tubuh manusia.

“Setiap hari ada orang yang tewas karena covid-19, jadi bagaimanapun lebih baik divaksin daripada tidak,” kata Hindra.

Kemenkes menargetkan sebanyak 21.553.118 orang lansia mendapat suntikan vaksin covid-19. Program vaksinasi yang dimulai pekan ketiga Februari ini juga berjalan paralel dengan program vaksinasi yang menyasar 17.327.169 orang petugas pelayanan publik.

Selain dua kategori itu, pemerintah juga menyasar 1,4 juta tenaga kesehatan, 63,9 juta masyarakat rentan yang berada di daerah risiko tinggi penularan, serta 77,4 juta masyarakat lain yang disesuaikan dengan ketersediaan vaksin.

Program vaksinasi yang menyasar total 181.554.465 warga Indonesia itu dilakukan untuk memenuhi capaian target herd immunity atau kekebalan kelompok terhadap virus corona.

(khr/ain)

2 Pembaca
  • Bagikan