Merah Putih. dengan – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan memantau aspek keamanan, keselamatan penerbangan, peningkatan jumlah penumpang, pergerakan pesawat, pembatasan teknis, dan faktor lain yang mendukung kelancaran masa angkutan Lebaran 2023.

Pemantauan akan dilakukan di 51 bandara. 16 di antaranya adalah bandara internasional (titik masuk). Pemantauan dilakukan melalui pembuatan posko angkutan udara lebaran yang akan memberikan pelayanan angkutan udara kepada masyarakat pada arus mudik dan balik.

Baca juga:

Tersedia 3,5 juta tiket kereta api untuk Mudik Lebaran

Ke-51 bandara itu terdiri dari 14 bandara dikelola unit pengelola bandara, 15 bandara dikelola PT Angkasa Pura I, 20 bandara dikelola PT Angkasa Pura II, satu bandara dikelola Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Batam, dan satu bandara dikelola pemerintah daerah. .

Sedangkan untuk layanan rute penerbangan, disediakan 270 rute domestik yang menghubungkan 122 kota (penerbangan domestik) dan 112 rute internasional yang menghubungkan 48 kota di luar negeri dari 22 negara.

Sementara untuk kesiapan armada, saat ini telah disiapkan 394 pesawat untuk penerbangan berjadwal dan akan bertambah pada angkutan udara Lebaran tahun 2023.

Baca juga:  10 Kali Saat Pengemudi Terjebak dalam Situasi Memalukan dan Seketika Membuat Anda Malu

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Maria Kristi Endah Murni mengatakan beberapa strategi antisipatif juga telah dielaborasi Ditjen Perhubungan Udara seperti menjaga dan meningkatkan pemenuhan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan tanpa henti. memperhatikan protokol kesehatan, meningkatkan kapasitas angkutan udara (supply side), dan menjaga pertumbuhan demand.

Kemudian, meningkatkan pelayanan kepada penumpang, mengantisipasi kasus force majeure atau keadaan darurat lainnya serta melakukan komunikasi yang efektif dan masif kepada pengguna jasa angkutan udara.

Sedangkan untuk mengatasi peningkatan penumpang, penambahan kapasitas kursi akan diwujudkan melalui extra flight atau penggantian pesawat dengan ukuran yang lebih besar.

“Kami juga memastikan kesiapan armada, jam operasional bandara, utilisasi jam terbang pesawat dan tidak ada pengerjaan di sisi udara,” kata Kristi.

Terkait pelayanan tarif angkutan udara, inspektur dari departemen teknis masing-masing akan melakukan pemeriksaan terhadap maskapai penerbangan dan ground handling.

“Tugas kami memastikan pelayanan sebelum, selama, dan setelah penerbangan (pre-in-post flight) dilakukan sesuai prosedur penerbangan,” ujarnya. (Knu)

Baca juga:

Tol Solo-Jogja akan dibuka saat mudik Lebaran



Source link