Kejagung Dalami Dugaan Keterlibatan Dito Ariotedjo di Kasus BTS

Kejagung Dalami Dugaan Keterlibatan Dito Ariotedjo di area Kasus BTS

 mendalami dugaan keterlibatan Menteri Pemuda lalu Olahraga  di kasus penyediaan infrastruktur BTS 4G juga pendukung paket 1, 2, 3, 4, serta 5 BAKTI Kominfo Tahun 2020-2022.

Hal itu disampaikan Direktur Penyidikan Jampidsus Kuntadi merespons pernyataan terdakwa Irwan Hermawan dalam persidangan yang tersebut mengaku memberikan uang Rp27 Miliar kepada Dito.

“Ya kita pelajari,” ujarnya saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Rabu (27/9).

Terpisah, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Ketut Sumedana mengatakan penyidik saat ini masih mendalami informasi yang tersebut disampaikan Irwan.

“Kita memonitor kemudian mencermati terus hasil pemeriksaan di tempat persidangan,” jelasnya.

Kendati demikian, Ketut enggan menjawab secara pasti apakah menindaklanjuti fakta persidangan dengan memanggil Dito atau tidak.

“(Rencana pemanggilan) kita jadikan materi masukan ke penyidik,” jelasnya.

Sebelumnya Komisaris PT Solitech Media Sinergy sekaligus terdakwa kasus korupsi proyek BTS 4G Kominfo, Irwan Hermawan menyebut ada aliran dana sebesar Rp 27 miliar kepada seseorang bernama Dito Ariotedjo untuk pengamanan kasus tersebut.

Hal itu diungkapkan Irwan ketika Ketua Majelis Hakim, Fahzal Hendri, mencecarnya mengenai pengeluaran dana yang dimaksud coba diimplementasikan untuk menutupi kasus dugaan korupsi yang saat itu masih dalam proses penyidikan di tempat Kejagung RI.

Baca juga:  Ganjar Singgung Pelanggaran HAM dan Korupsi di Peringatan 25 Tahun Reformasi

Dito diduga pihak terakhir yang dimaksud diberikan uang puluhan miliaran Rupiah dalam rangka pengaman kasus tersebut. Irwan mengungkapkan, uang puluhan miliar itu dititipkan melalui seseorang bernama Resi serta Windi untuk diberikan ke Dito.

Selain kepada Dito, ia juga mengaku pernah memberikan Rp15 miliar kepada Edward Hutahaean dan juga seseorang bernama Wawan sebanyak dua kali pemberian sebesar Rp30 miliar.

Terkait kasus ini, sebelumnya Kejagung RI juga telah lama mendalami dugaan adanya aliran uang dalam kasus korupsi penyediaan infrastruktur menara BTS 4G melalui pemeriksaan Menteri Pemuda dan juga Olahraga Dito Ariotedjo pada 3 Juli 2023.

Dito Ariotedjo sendiri sudah pernah membantah dugaan bahwa dirinya pernah menerima uang dari salah individu tersangka kasus proyek BTS 4G. Politikus Partai Golkar itu mengaku tidaklah mengenal Irwan Hermawan yang mengungkap persoalan dugaan aliran uang kepada dirinya.

CNNIndonesia.com sudah menghubungi Dito untuk mengonfirmasi pernyataan saksi dalam persidangan. Namun yang digunakan bersangkutan belum merespons.

Sumber: CNN Indonesia