Katarsis Pendewasaan Idgitaf Terangkum di Album Perdana ‘Mengudara’

“MENGUDARALAH yang jauh, di mana pun jaga paruh, sayapmu jangan sampai lusuh, pulang jika rindu.” Begitu sepotong lirik lagu yang begitu menyentuh dibawakan secara sempurna oleh Idgitaf pada Rabu (26/7) siang. Lagu berjudul “Mengudaratersebut dipilih oleh Idgitaf sebagai nama album perdananya.

Menginjak usia ke-22, dara bernama lengkap Brigitta Sriulina Beru Meliala atau dikenal sebagai Idgitaf akhirnya melepas album penuh perdananya pada Jumat (28/7). Menjadi dewasa bukanlah sesuatu yang mudah, tapi Idgitaf justru menunjukkan pendewasaan diri melalui sebuah karya berwujud album.

Baca juga:

167 Penampil di Synchronize Festival 2023 Gambarkan Retrospeksi Musik Tanah Air

Idgitaf bawakan lagu ‘Mengudara’. (Foto: Merahputih.com/Febrian Adi)

“Ketika musisi menggarap sebuah album. Mereka pasti memiliki metode tersendiri, di sisi lain awalnya aku enggak tahu metode yang aku pakai selama penggarapan. Namun setelah melalui perjalanan, akhirnya aku mencoba satu metode yang aku rasa cocok yaitu menulis. Aku coba menulis dan merangkai keseluruhannya,” ungkap perempuan yang akrab di sapa Gita dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (26/7).

Sebagai musisi muda yang kerap menyuarakan bagaimana proses menuju dewasa, Gita semakin konsisten untuk menciptakan nyanyian-nyanyian dengan lirik lagu. Harapannya, lagu itu bisa mewakili kegelisahan generasinya dan dekat sama pengalaman para pendengar.

Album Mengudara bernaung di bawah label rekaman yang Gita bangun sendiri sejak awal karier bernama Idgitaf Musik. Terdapat sembilan lagu di dalamnya yang secara garis besar tentang melepaskan. Single-single yang sudah rilis lebih dulu antara lain “Satu-Satu”‘. “Dermaga”, dan “Kehilangan”.

Sementara itu, lagu “Mengudara” dipilih sebagai fokus trek dalam album ini. Bukan tanpa alasan, menurut Gita, lagu “Mengudara” diartikan sebagai wujud cinta yang paling besar.

“Bagaimana cara merelakan kepergian seseorang yang dicintai dengan ikhlas, dan memberikan penghormatan dengan mengirinya dengan doa. Lagu ini merupakan bentuk ketulusan hati dariku,” lanjut musisi yang dikenal dengan warna rambut hijaunya tersebut.

Setelah berbicara soal luka, trauma, hingga ketakutan dengan hal yang belum dilalui, di album ini, Gita berusaha memberikan resolusi untuk setiap konflik. Nuansanya lebih beragam dari apa yang sudah ia utarakan dalam cerita-cerita yang disampaikan lewat materi sebelumnya di EP Semoga Sembuh.

Daftar album penuh Mengudara bertambah lengkap dengan kehadiran lagu-lagu seperti “Mulai” yang disebut mantra album, “Lepaskan” yang mengungkapkan rasa berserah, “Akan Ku Kenang” yang menggambarkan segala hal manis untuk dikenang, “Sepenuhnya” yang menjadi lagu cinta klise, dan “Selesai” yang berbicara soal kehidupan.

Baca juga:

FLAVS Festival 2023 Resmi Ditunda

Album ‘Mengudara’ terdiri dari sembilan trek. (Foto: Merahputih.com/Febrian Adi)

Nama-nama yang ikut terlibat dalam pembuatan album Mengudara antara lain Ibnu Dian (Matter Halo), Rama Harto Wiguna, Muhammad Luthfi Adianto dan Wisnu Ikhsantama Wicksana (Rekamsemesta), serta band pengiring yang kerap menemani Gita manggung, The Brads, yang beranggotakan Michael Rodovan, Austin Ong, Ricco, Samuel Christope, dan Matthew Manwell.

Album Mengudara menambah catatan bermusik Gita yang sudah memasuki tahun ketiga semenjak “Hal Indah Butuh Waktu Untuk Datang” yang dirilis sebagai single pada Desember 2020.

Sang album juga menandai kerja sama yang langgeng dengan KithLabo (Believe Artist Services) dalam mempromosikan karya musiknya, terutama di layanan digital streaming platform. (far)

Baca juga:

Nuansa Mendayu Disajikan Sindy Amani dalam Single Terbaru ‘Losing’



Source link