BERITA  

Jumlah Guru PNS di Pangandaran Terus Berkurang, Peran Honorer Sangat Penting

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Jumlah guru PNS di Kabupaten Pangandaran terus berkurang karena pensiun, sementara jumlah pengangkatan guru PNS sangat sedikit. Maka guru honorer menjadi sangat strategis.

“Bahkan ada di beberapa sekolah SD hanya diisi oleh dua guru PNS,” ungkap Ketua PGRI Kab Pangandaran, Undang Kosasih, Rabu, (18/12/2019).

Beruntung tingkat kesejahteraan para guru honorer di Pangandaran, menurut Undang, sudah mengalami kemajuan jika dibanding sebelum-sebelumnya.

“Pak Bupati sudah konsen memperhatikan kesejahteraan para guru honorer,” ujarnya.

Dia pun memaklumi jika pada anggaran tahun 2020 nanti, Pemkab Pangandaran belum bisa meningkatkan kembali kesejahteraan guru honorer. Pasalnya, Pemkab masih berkonsentarsi pada kebutuhan operasional rumah sakit dan pelaksanaan Pilkada.

“Jadi kami maklumi lah, diberi insentif yang cukup dibandingkan dengan kabupaten lainnya. Ya masih Alhamdulillah lah, tapi yang kami akui adalah keseriusan pak Bupati yang memperhatikan pendidikan,” kata Undang.

Dia menyebut saat ini jumlah anggota PGRI Kabupaten Pangandaran saat ini mencapai 2.350 orang.

Ditempat yang sama, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menjelaskan kondisi menyusutnya jumlah guru berstatus PNS.

Baca juga:  Pasca Dikembalikan, 21 Penghuni Karantina di Pangandaran Jalani Swab Test

“Saya jadi tahu guru yang pensiun ada 250 sementara kita mengangkat hanya 117, terjadi gap (kesenjangan-red) kan? Sehingga peran guru honorer jadi sangat penting,” ujar Jeje.

Menurut Jeje, dalam proses pendidikan terdapat tiga hal penting. Ketiganya adalah guru, murid, dan sarana.

Insentif untuk guru honorer di Kabupaten Pangandaran sudah dinaikkan dari Rp 300.000 dan Rp.700.000 per bulan untuk K2.

“Ke depan kita ingin naikkan lagi mendekati UMK,” ujarnya. Seperti diketahui, UMK Pangandaran saat ini ada di nilai Rp 1.800.000.