Jokowi Diminta Bentuk Tim Negosiasi Pembebasan Pilot Susi Air

Merah Putih. dengan – Perwakilan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Papua berharap Presiden Joko Widodo bisa membentuk tim untuk membebaskan pilot Susi Air.

Langkah ini agar tim melakukan upaya persuasi karena melibatkan unsur masyarakat dan perangkat daerah.

Baca juga:

Panglima TNI Optimis Penerbang Susi Udara Bebas selamat

Ketua Perwakilan Komnas HAM Provinsi Papua, Frits Bernard Ramandey mengatakan, tim yang akan dibentuk harus memiliki kemampuan berkomunikasi dengan semua pihak agar proses pembebasan bisa lebih cepat.

“Kami mendorong pembentukan tim untuk melakukan upaya pembebasan pilot Susi Air, sekaligus memutus lingkaran kekerasan yang ada di Papua,” ujarnya.

Menurut Frits, tim yang dibentuk akan lebih representatif dengan kewenangan melapor langsung kepada Presiden Jokowi.

“Sudah lebih dari dua bulan sang pembalap disandera, tapi sejauh ini belum ada titik jelas yang mengakibatkan adanya korban jiwa, jadi sangat penting untuk membangun tim,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pihaknya melakukan pertemuan dengan Pangdam dan Kapolda untuk membahas pendekatan persuasif, seperti apa yang harus dilakukan agar tidak menimbulkan kekerasan lagi.

Baca juga:  Jokowi Sebut Presiden Boleh Memihak, Sudirman Said: Saya Kira Kita Semua Kaget

“Dalam situasi seperti ini, Negara yang paling bertanggung jawab. Negara diwakili oleh Pemerintah, maka sesuai arahan Presiden Jokowi kepada Panglima TNI dan Kapolri, penyelesaian kasus harus berpihak pada upaya persuasif,” ujarnya.

Ia menambahkan pesan dari KKB kepada Komnas HAM Papua dalam video yang beredar terkait permintaan TNI-Polri mundur dari Tanah Cenderawasih.

“Apalagi KKB bersedia melepas pilot dari Philips melalui jalur diplomasi, makanya kami minta negosiasi diprioritaskan pada operasi pelepasan pilot,” ujarnya.

Baca juga:

Pangdam menyebut Bupati Nduga meminta TNI ‘menyusut’ terkait pembebasan pilot Susi Air



Source link