Indeks

Jokowi Dikte Rakyat dengan Ungkap Kriteria Capres 2024

MerahPutih.com – Sejumlah pihak menyayangkan pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Musyawarah Rakyat (Musra) yang kurang menguntungkan. Pasalnya, Presiden Jokowi dianggap ikut campur berlebihan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Diketahui, dalam Musra kemarin, Jokowi memaparkan kriteria bakal calon presiden (capres) pada pilkada tahun depan.

Pangi Syarwi Chaniago, pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, menilai kriteria calon presiden yang diumumkan Jokowi merupakan upaya mendikte rakyat. Memang, kontestasi politik dalam negara demokrasi sepenuhnya adalah kedaulatan rakyat.

Baca juga:

NasDem berharap pertemuan Jokowi dengan Surya Paloh bisa segera dilakukan

“Jadi dia (Jokowi) memang ingin mendikte rakyat bahwa demokrasi akar rumput itu memilih capres yang sesuai dengan selera Pak Jokowi, bukan selera rakyat,” kata Pangi di Jakarta, Selasa (16/5).

Pangi menilai, agenda sukarela Musra merupakan panggung bagi Jokowi untuk menegaskan posisinya sebagai kingmaker. Karena sejak diumumkannya Ganjar Pranowo sebagai calon presiden, PDIP seolah-olah mengambil alih posisi Jokowi sebagai orang pertama yang menginginkan Ganjar menjadi calon penggantinya.

“Jadi buat Jokowi, (jangan remehkan) relawan juga punya kekuatan, jaringan yang kuat. Kemarin Ganjar seperti diambil alih, diakusisi Megawati. Ya, Jokowi tidak mau bagi-bagi penghasilan Ganjar hanya karena PDIP.” Dia menjelaskan.

Baca juga:

Pengamat Sebut Anies dan Prabowo Kriteria Calon Presiden Jokowi di Pilpres 2024

Menurut dia, isi pidato Jokowi kepada para relawan menegaskan kriteria yang disampaikan sesuai dengan keinginan pemerintah. Baginya, definisi calon presiden tidak boleh diintervensi.

“Karena beliau menginginkan pemimpin yang mencintai bangsa dan negara sehingga potensi Indonesia menjadi negara maju 13 tahun lagi bisa tercapai. Keberlanjutan itu Ganjar banget. Kalau pesan Pak Jokowi jelas calon presidennya Ganjar,” ujarnya. menyimpulkan.

Seperti diketahui, dalam Musra Relawan di Istora Senayan, Jokowi membeberkan kriteria presiden yang dibutuhkan Indonesia ke depan. Kriteria yang dikemukakan Jokowi adalah pemimpin yang berani.

Dia juga mencontohkan keberaniannya untuk menghentikan ekspor bahan mentah. Dia tetap melakukannya, meski digugat oleh Uni Eropa. (asp)

Baca juga:

NasDem Hormati Hak Prerogatif Jokowi Soal Reformasi Kabinet



Source link

Exit mobile version