Film  

John Wick: Chapter 4 Ungguli Franchise MCU dan Fast & Furious dalam Pertarungan Popularitas

Menurut laporan dari lengkunganpenelitian ini menggunakan sistem berpemilik yang memperhitungkan banyak faktor untuk menentukan peringkat. Sistem ini menggunakan metrik seperti penayangan, keterlibatan media sosial, dan kueri mesin telusur.

Melihat ke belakang dan melihat lebih dekat pada dominasi John Wick: Bab 4 di atas, kita mungkin akan menganggapnya sebagai anomali. Bukan hal yang aneh jika franchise film kehilangan tenaga saat berkembang. Penonton sering bosan dengan resep yang sama. Namun, film keempat ini melawan tren itu. Film ini tidak hanya berhasil dengan baik, tetapi juga film paling populer dalam saga John Wick sejauh ini.

John Wick: Bab 4

Industri film (terutama waralaba) berada di persimpangan jalan yang menarik. Marvel Cinematic Universe (MCU) mencoba menemukan kembali pesonanya setelah sukses Pembalas: Akhir permainan di tahun 2019. Meski masih sukses, beberapa film terbaru suka Ant-Man dan Tawon: Quantummania itu tidak memuncak seperti pendahulunya.

Sebagai film kesepuluh dalam franchise Fast and Furious, X cepat, menerima tinjauan yang beragam. Meskipun film ini berhasil dengan sangat baik secara internasional, kinerja domestiknya mengecewakan. Beberapa kritikus merasa bahwa waralaba kehabisan bahan bakar. Antusiasme publik terhadap franchise ini rupanya juga mencerminkan hal tersebut.

Baca juga:  Saking terasingnya, tetangga sebelah kanan rumah bikin acara dan sebelah kiri parkir mobil sembarangan

John Wick: Bab 4, di sisi lain, adalah film yang berbeda. Film ini menghidupkan kembali genre aksi dengan intensitas tinggi dan penceritaan yang memukau. John Wick tampaknya kebal terhadap kelelahan penonton saat para rivalnya mencoba menghadapinya. Yang lebih menarik lagi, film keempat ini dielu-elukan sebagai yang terbaik di franchise ini. Itu bukan prestasi kecil mengingat pendahulunya menetapkan standar yang sangat tinggi.

John Wick: Bab 4 mampu menonjol dalam lanskap hiburan yang sudah jenuh, dan audiensnya semakin pintar. Ini bukti bahwa dengan perpaduan yang tepat antara cerita, aksi, dan tampilan, sebuah franchise tidak hanya dapat mempertahankan dirinya sendiri, tetapi juga mencapai tingkat yang baru.