PANGANDARAN – Nuryadin tak perlu lagi mencemaskan langit mendung. Bagi petani asal Desa Harumandala, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran ini, hujan deras dulunya adalah isyarat terhentinya denyut ekonomi. Saat sungai meluap, akses menuju kebun dan sawah tertutup total, memaksanya menunda panen atau mengambil risiko berbahaya.

​Namun, cerita itu berakhir di penghujung tahun 2025. Kehadiran Jembatan Gantung Harumandala yang membentang sepanjang 36 meter kini menjadi penyambung asa, tidak hanya bagi siswa sekolah, tetapi juga bagi para petani yang menjadi tulang punggung ekonomi desa.

​“Dulu akses untuk ke kebun sangat susah. Bahkan pada musim banjir masyarakat tak bisa ke sawah,” ungkap Nuryadin, Kamis, 22 Januari 2026.

Memotong Jarak, Melipatgandakan Untung

​Jembatan yang menghubungkan Desa Harumandala (Pangandaran) dengan Desa Sindangasih (Tasikmalaya) ini mengubah drastis pola distribusi hasil bumi. Komoditas andalan warga seperti padi, jagung, manggis, durian, hingga kopi kini bisa diangkut dengan lebih cepat.

​Sebelum jembatan berdiri, Nuryadin dan rekan-rekannya harus menempuh jalur memutar yang memakan waktu berjam-jam untuk mencapai pasar. Kini, perjalanan itu hanya butuh hitungan menit. Kendaraan roda dua yang kini bisa melintas membuat volume angkut hasil panen meningkat signifikan dalam sekali jalan.

​“Dengan jembatan ini, tinggal hitungan menit sudah sampai untuk menuju pasar. Kalau dulu harus muter dan bisa hitungan jam,” kata Nuryadin. Ia menambahkan, infrastruktur ini sangat memudahkan masyarakat memproses hasil pertanian mereka.

​Meski demikian, Nuryadin menyimpan harapan lebih besar. Ia bermimpi jembatan gantung ini kelak bisa dipermanenkan dan diperlebar agar dapat dilalui kendaraan roda empat (mobil), sehingga distribusi logistik tani bisa jauh lebih maksimal.

Realisasi Kemarahan Prabowo pada Koruptor

​Berdirinya jembatan ini tak lepas dari sorotan tajam pemerintah pusat terhadap infrastruktur di daerah terpencil. Dalam Puncak Peringatan Hari Guru pada November 2025 lalu, Presiden Prabowo Subianto sempat meluapkan kekesalannya saat melihat video anak-anak sekolah yang harus bertaruh nyawa menyeberangi sungai deras.

​“Ini koruptor-koruptor. Lihat ini. Mereka ke sekolah basah, di sekolah mereka basah, pulang basah,” tegas Prabowo kala itu.

​Presiden menegaskan bahwa percepatan pembangunan jembatan darurat adalah prioritas mutlak untuk memastikan keamanan akses pendidikan dan ekonomi rakyat. Kini, di Harumandala, instruksi itu telah berwujud nyata. Tak ada lagi siswa yang basah kuyup menuju sekolah, dan tak ada lagi petani yang merugi karena terisolasi arus sungai.