SEPUTARPANGANDARAN.COM – Konferensi Cabang (Konfercab) Nahdlatul Ulama (NU) ke 2 tingkat Kabupaten Pangandaran akan berlangsung 7-8 Maret 2020, bertempat di Pondok Pesantren AlBarokah, Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran.

MWC NU Pangandaran terus melakukan berbagai persiapan agar nantinya kegiatan 5 tahunan ini berjalan lancar.

“Karena lokasi kegiatan Konfercab NU ke 2 dilaksanakan di wilayah MWCNU Pangandaran maka secara kami menjadi tuan rumah atau panitia lokal,” kata Imam Ibnu Hajar, Sekretaris MWCNU Pangandaran.

Demi kelancaran dan suksesnya kegiatan Konfercab NU ke 2 ini, lanjutnya, maka perlu adanya koordinasi dan konsolidasi di internal pengurus MWCNU Pangandaran.

Dalam rapat tersebut kami juga mengundang seluruh jajaran pengurus Ranting NU dan juga Banom untuk bersama-sama mempersiapkan segala sesuatu yang bersifat teknis dalam menunjang kelancaran dan kesuksesan kegiatan tersebut,” terang Imam.

Selain itu menurut Imam selaku sekertaris MWCNU Pangandaran juga mempersiapkan bahan atau materi sebagai bekal mengikuti sidang-sidang pada Konfercab termasuk juga isu-isu strategis demi keberlangsungan organisasi PCNU Pangandaran lima tahun ke depan.

Baca juga:  Lantunan Sholawat Mengiringi Pasangan JUARA Berangkat ke KPU

Lebih lanju Imam menuturkan, salah satu bagian terpenting pada pembahasan rakor tersebut adalah menyepakati calon AHWA dalam hal kebutuhan pencalonan Rois Syuriah dan membuat standar kopetensi sebagai dasar untuk memilih calon Ketua Tanfidziyah.

Hal ini penting, agar tidak salah arah dalam menentukan pemimpin NU tingkat Kabupaten Pangandaran untuk periode lima tahun kedepan.

Adapun standar kompetensi yang disepakati untuk calon pemimpin NU di posisi tanfidziyah, khususnya ketua dititikberatkan pada kemampuan managemen organisasi, networking, ketegasan, kreatifitas, dan mempunyai wawasan sosial, ekonomi, politik dan kebangsaan yang memadai.

“Satu lagi, ketua tanfidziyah harus bisa menjadi insipirasi kaum muda untuk membangun kemandirian,” imbuh Imam. (*)