Jelang Idul Fitri, Polres Pangandaran Gelar Operasi Keselamatan Lodaya 2026
PANGANDARAN – Kepolisian Resor Pangandaran mulai memperketat pengawasan lalu lintas di wilayah hukumnya melalui Operasi Keselamatan Lodaya 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya “cipta kondisi” guna memastikan keamanan jalur menjelang arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 Hijriah.
Operasi yang dijadwalkan berlangsung selama 14 hari—sejak 2 hingga 15 Februari 2026—ini diawali dengan apel gelar pasukan di halaman Mapolres Pangandaran, Senin pagi.
Prioritaskan Edukasi dan Teknologi
Berbeda dengan operasi stasioner konvensional, Operasi Keselamatan Lodaya kali ini lebih mengedepankan pendekatan lunak. Wakapolres Pangandaran, Kompol Usep Supian, menegaskan bahwa personel di lapangan diinstruksikan untuk mengutamakan tindakan preemtif dan preventif, masing-masing sebesar 40 persen.
”Keselamatan adalah prioritas utama. Personel harus mengedepankan pendekatan edukatif dan persuasif kepada masyarakat,” ujar Usep saat memimpin apel.
Untuk urusan penegakan hukum (represif) yang dijatah 20 persen, polisi akan mengandalkan teknologi. Kasat Lantas Polres Pangandaran, AKP Yudi Risnandar, menjelaskan bahwa 95 persen penindakan dilakukan melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), baik statis maupun mobile.
”Penindakan manual hanya porsinya lima persen, itu pun dilakukan secara selektif dan humanis terhadap pelanggaran kasatmata yang berisiko tinggi memicu kecelakaan,” kata Yudi.
Sasaran dan Pengawasan Armada
Dengan tema mewujudkan Kamseltibcarlantas (Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas), operasi ini membidik sejumlah titik rawan kemacetan dan kecelakaan di Pangandaran. Selain perilaku pengendara, polisi juga akan memelototi kelaikan armada angkutan umum.
Beberapa poin krusial dalam operasi ini antara lain:
- Ramp Check: Pemeriksaan kelaikan bus pariwisata, bus umum, dan travel.
- Sosialisasi Masif: Mengintensifkan kampanye tertib lalu lintas ke berbagai lapisan masyarakat.
- Patroli Titik Rawan: Pengawasan ketat di area yang sering terjadi laka lantas.
Pihak kepolisian juga mewanti-wanti anggotanya agar tidak tampil arogan di jalanan. Harapannya, Operasi Keselamatan Lodaya 2026 tidak hanya menurunkan angka kecelakaan, tetapi juga menumbuhkan budaya disiplin warga Pangandaran sebelum puncak arus mudik Lebaran tiba.


