“JIro, lu, yo!” teriak artis pertama Java Pop Fest, Evan Loss, sebelum menyanyikan lagu pembuka ha ha ha. Penonton memadati lapangan Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Sabtu sore (7/8). Mereka berkumpul untuk melihat festival pertama yang mengangkat musik Jawa yaitu Java Pop Fest.
Artis pertama adalah penyanyi muda yang dikenal dengan musik pop Jawa yang kental, Evan Loss. Evan yang tampil dengan kemeja putih, jaket denim hitam dan celana hitam membuka Java Pop Fest dengan meriah.
BACA JUGA:
Java Pop Festival 2023 siap digelar
“Selamat siang, Jakarta,” seru Evan yang langsung memainkan lagu tersebut ha ha ha. Suara gendang yang menghipnotis langsung membuat penonton bergoyang mengikuti irama pop Jawa yang syahdu. Mereka tak segan-segan menyanyikan baris demi baris lirik Evan Loss.
Beberapa lagu suka samba, makanan laut, gergaji saya, aku sangat merindukanmu adalah sebuah lagu menutupi milik ‘The Godfather of Broken Heart’, almarhum Didi Kempot, berjudul menampilkan tonjolan, Evan menyanyikan sukses.
Evan mengakhiri penampilannya dengan lagu khas senyum penuh sayang.
Saat malam berganti malam, langit biru menghitam mengundang artis berikutnya, Woro Widowati. Dibuka dengan lagu Infone Masseehh (Ninu Ninu Ninu).
“Tadi malam, Jakarta. Ayo rock kembali,” kata Woro menyapa penonton.
BACA JUGA:
MyFest.ID siap menggebrak Bandung pada 1 Juli 2023
Semakin larut malam, penonton tampak menikmati lagu-lagu Woro Widowati. Keletihan terlihat di wajah mereka, namun energi yang mereka tunjukkan justru sebaliknya, penuh semangat dan menikmati alunan musik pop Jawa.
Bukan hanya goyang, ketika musik waras dinyanyikan, penonton dibuat bingung dengan alunan musik sedih yang dimainkan. Woro juga mendesak masyarakat untuk disalahkan silau pada setiap perangkat. Hal ini membuat lingkungan menjadi lebih menarik.
Setelah dua penampilan pertama, festival ini masih akan menampilkan NDX AKA dan Ndarboy Genk sebagai penutup Java Pop Fest 2023.(jauh)
BACA JUGA:
Prambanan Jazz Festival 2023 akan digelar selama dua minggu
