Jasad Nelayan Pangandaran yang Tenggelam di Perairan Bojongsalawe Ditemukan

Jasad Elan Suherlan (47) nelayan asal Desa Batukaras, yang tenggelam di Perairan Bojongsalawe dievakuasi Tim SAR gabungan.

PANGANDARAN, (SP) – Jasad nelayan asal Batukaras yang hilang terseret gelombang di perairan Bojongsalawe, Desa Karangjaladri, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, pada Selasa (1/10/2019) lalu, akhirnya ditemukan.

Korban yang diketahui bernama Elan Suherlan (47), warga Jl Pantai Indah Blok Bojong Genteng RT 13/ 06 DS Batukaras Kec Cijulang Kab Pangandaran, ditemukan sekitar pukul 07.30 WIB, Sabtu (5/10/2019) pagi tadi.

Baca juga : Nelayan Batukaras Tenggelam di Perairan Bojongsalawe Pangandaran

Dalam pencarian yang sudah berlangsung 4 hari tersebut, Tim SAR gabungan yang terlibat yaitu BPBD Pangandaran,  Pos TNI AL Pangandaran, Polairud Pangandaran, Vertical Rescue, Tagana, MTA Rescue, SAR Pangandaran dan Nelayan setempat.

Baca juga : Tim SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian Nelayan Tenggelam di Perairan Pangandaran

Komandan operasi pencarian dari Basarnas, Erwin menyampaikan, penemuan jasad korban bermula, saat Tim SAR gabungan mendapatkan laporan dari Nelayan sekira jam 07.20 wib, kemudian Tim SAR dengan nelayan menggunakan perahu SAR RN menuju lokasi penemuan.

“Jasad korban dapat dievakuasi pada pukul 07.30 WIB dalam kondisi sudah meninggal duni, di sekitar lokasi Gemblongan Perairan Pantai Bojongsalawe, kurang lebih 500 meter dari korban pertama kali tenggelam dan terseret arus,” paparnya.

Baca juga:  Tahun 2021 Pemda Pangandaran Naikan TPAPD Perangkat Desa, Linmas, Posyandu, RT dan RW

Kemudian lanjut Erwin, korban dibawa dengan Ambulancs milik BPBD ke Puskesmas Parigi untuk dilakukan otopsi dan hasilnya tidak ada tanda-tanda penganiayaan dan dinyatakan murni tenggelam.

“Saat ditemukan kondisi tubuh pada bagian muka lecet, kulit pergelangan tangan mengelupas, kondisi lainnya mata, telinga, hidung masih utuh,” jelasnya.

Selanjutnya kata Erwin, korban dibawa ke rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan pemulasaraan dan dikebumikan. (*)