
MerahPutih.com – Kader Golkar harus berhati-hati dalam mendeklarasikan pertemuan nasional luar biasa (munaslub) untuk mencopot Airlangga Hartarto sebagai Presiden Jenderal (Ketum). Pasalnya, Golkar akan mencopot anggota yang bersuara lantang di DPR.
Hal ini juga terjadi pada pemilihan umum 2004, ketika Partai Golkar memecat sejumlah kader.
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Firman Soebagyo mengimbau seluruh anggota partai yang membawa pohon beringin agar mewaspadai akibat perbuatannya masing-masing. Hal ini karena Golkar tetap menjunjung tinggi prinsip prestasi, dedikasi, loyalitas dan tidak tercela.
Baca juga:
3 Elit Golkar hadiri upacara peringatan perubahan NasDem di SUGBK
“Ada kader yang diberhentikan dari partai karena menentang dan menentang keputusan DPP Partai Golkar saat itu, dan ini bukan main-main,” kata Firman lewat keterangan tertulisnya, dikutip Senin (17/7). .
Firman menegaskan, Musyawarah Nasional (Munas) 2019 memberikan mandat penuh kepada Airlangga untuk menentukan sikap politik dan mengambil keputusan terbaik atas pencalonan presiden dan wakil presiden.
Keputusan Musyawarah Nasional 2019 akan ditindaklanjuti dengan keputusan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas).
Untuk itu, dia mengaku heran ada partai yang mengaku sebagai kader puncak Golkar, tapi paham aturan dan mekanisme organisasi.
“Bagaimana mungkin masih ada kader yang mengaku senior manajemen tapi tidak paham aturan dan mekanisme organisasi. Mereka ‘menari di atas gendang orang’ padahal merekalah yang ingin menghancurkan Golkar dari dalam,” ujarnya. dikatakan.
Baca juga:
Dewan Pakar Golkar Bantah Rekomendasi Munaslub untuk Mengadili Airlangga
Sehingga dia pun menduga ada “penumpuk” dalam munculnya ide rapat nasional partai yang mengatasnamakan anggota Dewan Pakar Partai Golkar.
Dia menyebut ada pihak yang “ingin” menggantikan posisi Airlangga.
Untuk itu, Firman meminta Ketua Dewan Etik Partai segera memproses dugaan pelanggaran kader yang menyebarkan wacana munsalub tersebut.
“Kami mendesak Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar untuk segera menindak tegas kader-kader tersebut,” pungkasnya. (asp)
Baca juga:
Mekeng mengimbau tokoh Golkar dan senior tak mengganggu soliditas kerangka jelang Pilpres 2024





