Indeks

Insentif Nakes Pangandaran Lancar, Bupati Jeje : Mereka Garda Terdepan Penanganan Covid-19

Kepala Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah Pangandaran Hendar Suhendar
Kepala Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah Pangandaran Hendar Suhendar

Kabupaten Pangandaran menjadi satu dari enam daerah di Indonesia yang telah mencairkan insentif tenaga kesehatan (Nakes) 100 persen atau lunas terbayarkan.

Padahal mayoritas Pemda di tanah air saat ini masih bermasalah dengan pencairan insentif Nakes tersebut.

Kepala Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah Pangandaran Hendar Suhendar mengatakan lancarnya pembayaran insentif Nakes di Pangandaran dilakukan karena hal itu mendapat prioritas dari pimpinan.

“Arahan Pak Bupati harus prioritas, ya kita jalankan,” kata Hendar, Senin (27/7/2021) siang.

Namun demikian dibalik itu, ternyata ada konsekuensi yang harus diambil. Ada pos anggaran lain yang harus dikorbankan.

Diantaranya penundaan pembayaran tambahan penghasilan pegawai (TPP) serta sebagian gaji atau honor pegawai non-PNS.

“TPP pegawai ASN baru sampai bulan Mei, gaji non PNS juga ditahan sebagian, hanya pegawai tertentu yang dibayar, sisanya tahan dulu,” kata Hendar.

Hendar mengakui langkah tersebut memang idealnya tidak dilakukan, namun ketika ketersediaan anggaran terbatas maka mau tak mau harus dilakukan penentuan skala prioritas.

“Yang lain kita cairkan bertahap, yang prioritas dan urgensi tinggi kita cairkan,” kata Hendar.

Dia juga mengatakan total insentif Nakes yang sudah dicairkan mencapai Rp 2,3 miliar. Pembayaran Nakes sudah direalisasi sampai bulan Juni.

“Untuk pembayaran bulan ini dan bulan-bulan berikutnya sudah disiapkan sekitar Rp 3,5 miliar,” kata Hendar.

Sementara, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan lancarnya pembayaran insentif Nakes, karena mereka adalah garda terdepan dalam perlawanan terhadap pandemi COVID-19.

Dia mengatakan pihaknya tidak melakukan langkah khusus, hanya menjalankan arahan pemerintah pusat.

“Kita sebenarnya sama dengan daerah lain, lagi nggak ada duit. Tapi mungkin political will, sehingga di Pangandaran bisa lancar,” kata Jeje.

Jeje juga mengaku merasakan betul risiko yang dihadapi oleh Nakes dalam menghadapi pandemi.

“Anak saya juga Nakes, dia dokter. Kemarin dia sempat positif. Wah saya juga ikut repot mengurus cucu sampai 2 minggu, karena ibunya harus isolasi. Itulah mungkin gambaran Nakes, sehingga mereka harus benar-benar diperhatikan,” kata Jeje.***

Exit mobile version