Inilah Fasilitas dan Layanan di RSUD Pandega Pangandaran

  • Whatsapp
0

SEPUTARPANGANDARAN.COM – RSUD Pandega Pangandaran sudah diresmikan Sabtu (4/4/2020) oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Namun untuk pelayanan baru dibuka Senin (6/4/2020) besok.

Jenis pelayanan yang ada di RSUD Pandega antara lain Unit Gawat Darurat, Poliklinik bedah, Poliklinik Penyakit dalam, Poliklinik Penyakit Anak, Poliklinik Obstetri Ginekologi, Poliklinik Syaraf, Poliklinik Mata, Poliklinik Gigi dan Mulut, Poliklinik Bedah Syaraf, Fisioterafi, Radiologi, Laboratorium, Hemodialisa, Thalasemia, Persalinan (poned), ICU (Intensive Care Unit), ICCU/HCU ( Intensive Cardiologi Care Unit/High Care Unit), NICU ( Neonatal Intensive Care Unit), PRINATOLOGI dan Kamar Operasi.

Bacaan Lainnya

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan, untuk rawat Inap terdiri dari kelas Ill, II, I, Utama dan VIP. Jumlah tempat tidur 174 buah, dengan 13 orang dokter spesialis.

Sedangkan untuk penanganan pasien penyakit khusus, Bupati menyebutkan gedung farmasi akan dirubah menjadi ruangan khusus observasi.

“UPTD Farmasi dipindah, dan sekarang gedungnya sedang disiapkan untuk isolasi, ada 6 ruangan nantinya menjadi permanen dan kalau covid-19 ini segera berakhir, maka akan dipergunakan untuk fasilitas perawatan penyakit-penyakit yang khusus”, ujarnya.

Untuk memantau perkembangan pelayanan kepada masyarakat, Bupati dan Wakil Bupati akan berkantor di RSUD Pandega Pangandaran secara bergantian.

” Saya akan pantau terus. Saya sudah intstruksikan tidak boleh ada pasien tertahan karena urusan administrasi. Jadi administrasi nomer dua, pasien segera ditangani, saya dengan pak wabup akan bergantian, kita akan ngantor di RSU. Ini akan memastikan agar rumah sakit ini memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.

Namun kata Bupati, ada permasalahan yang harus segera diselesaikan yaitu dalam hal kerjasama dengan BPJS.

“Saya kira ada persoalan yang serius sampai hari ini kita belum bekerjasama dengan BPJS, ¬†kepesertaan BPJS ini adalah 73, 8 %, bisa dibayangkan kalau kita punya ruma sakit punya pemda, tapi kita menolak BPJS pasti rakyat akan ngamuk,” ungkapnya.

Jeje pun menyampaikan untuk menyelesaikan masalah tersebut, Pemda Pangandaran akan menggelontorkan dana sehingga masalah ini tertangani dengan baik.

“Kita akan mengambil jalan keluar, sambil itu di proses dan mohon bantuan pak Gubernur, sementara kita akan back up¬†dari APBD Pangandaran sekitar 2,5 miliaran”, ujarnya. (*)

Silahkan berkomentar dengan santun dan bertanggung jawab

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *