Ini Aturannya Jika di Pilkada Pangandaran Terjadi Calon Tunggal

0
107
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pangandaran Divisi Teknis, Andis Sose.

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Isu calon tunggal dalam Pilkada Pangandaran 2020 mendatang mencuat saat KPU Pangandaran menggelar Sosialisasi kepada media massa dalam penyelenggaraan Pilkada Serentak Tahun 2020, disalasatu hotel di kawasan wisata Pantai Barat Pangandaran, Jumat (8/11/2019).

Isu itu muncul lantaran hingga saat ini baru satu pasangan calon yang sudah terang-terangan bakal maju pada Pilkada Serentak di Pangandaran yaitu pasangan Jeje Wiradinata dan Adang Hadari.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pangandaran Divisi Teknis, Andis Sose menyebutkan, jika merujuk pada UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali kota, jika hanya memiliki satu pasangan calon pemilu tetap bisa dilaksanakan.

“Kalau faktanya demikian, memang dimungkinkan dengan calon tunggal setelah KPU memperpanjang pendaftaran calon,” ujar Andis, Jumat (8/11/2019).

Dia menambahkan jika hanya ada pasangan calon tunggal maka desain surat suara akan diubah, yakni dengan menempatkan satu kotak kosong di sebelah kotak bergambar pasangan calon, sehingga pemilih bisa mencoblos gambar pasangan calon atau kotak kosong.

Sementara untuk syarat perolehan suara bagi paslon tersebut, menurutnya memang agak berat, karena harus mengantongi 50 persen plus 1 dari jumlah pemilih.

Andis menambahkan, jika hal itu terjadi memang sangat disayangkan. Karena tidak ada pilihan lain maka pemilihan tersebut berangkat dari niat pemilih suka atau tidak suka pada paslon tersebut.

Selain itu, Andis mengatakan jika pasangan calon tunggal kalah di pilkada, maka pilkada harus diulang.

“Pemilihan di daerah tersebut akan diikutkan pada pilkada serentak berikutnya pada 2024,” kata Andis.

Karena calon tunggal kalah, lanjutnya, maka akan ditunjuk pejabat yang akan menjalankan pemerintahan di daerah tersebut, sampai digelar lagi pilkada. (*)