Indeks

Indonesia-Malaysia Kerja Sama Pengakuan Sertifikat Halal

Indonesia dan Malaysia resmi bekerja sama dalam pengakuan sertifikat halal. sinergi G-to-G ditandai dengan tanda tangan Nota Kerjasama (MoC) antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Malaysia terkait saling pengakuan sertifikat halal produk rumah tangga.

Penandatanganan tersebut berlangsung dalam rangkaian pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim yang membahas berbagai kerja sama antara Indonesia dan Malaysia di berbagai bidang.

Penandatangan MoC dilakukan di kediaman resmi Perdana Menteri Malaysia, di Seri Perdana, Putrajaya, Malaysia, Kamis (06/08).

Hadir untuk menandatangani MoC on Mutual Recognition of Halal Product Certificates Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama Muhammad Aqil Irham dan Direktur Jenderal Departemen Pengembangan Islam Malaysia (JAKIM) Datuk Hajah Hakimah Binti Mohd Yusoff, disaksikan Presiden Jokowi dan PM Malaysia Anwar Ibrahim.

“Alhamdulillah, hari ini bertepatan dengan kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Malaysia, pemerintah Indonesia dan Malaysia resmi menandatangani kerja sama pengakuan sertifikat halal,” kata Kepala BPJPH Muhammad Aqil Irham usai penandatanganan MoC di Putrajaya, Malaysia.

“Ini merupakan langkah awal kami untuk memajukan kerja sama bilateral kedua negara guna mendorong peningkatan perdagangan produk halal, sehingga implikasi nilai ekonomi produk halal kami bagi perekonomian negara semakin meningkat,” tambah Aqil, seperti dikutip dari Antara. situs kementerian.

Dengan adanya MoC tersebut, kedua negara melalui BPJPH dan JAKIM sepakat untuk mendorong dan mempromosikan kerjasama teknis dalam prosedur penilaian kesesuaian, akreditasi halal, spesifikasi standar dan regulasi teknis penerbitan sertifikat halal. Selain itu, adanya saling pengakuan sertifikat halal yang dikeluarkan oleh BPJPH dan JAKIM untuk produk dalam negeri yang diekspor antara kedua negara.

“Saling menerima sertifikat halal diharapkan juga dapat memfasilitasi kegiatan kerjasama perdagangan, sehingga meningkatkan volume dan nilai komersial produk halal kita,” lanjut Aqil.

Selain itu, kerja sama juga dilakukan dalam pertukaran pengalaman dan pengetahuan di bidang teknologi, sumber daya manusia, infrastruktur serta penelitian dan pengembangan (litbang), terkait sertifikasi halal. “Kami juga akan melakukan kerjasama sertifikasi halal di bidang lain yang akan disepakati bersama oleh kedua belah pihak,” ujar Aqil.

Disampaikan Aqil, pemerintah Indonesia melalui BPJPH terus mendukung penguatan kerjasama produk halal di tingkat global. Pasalnya, pemerintah Indonesia memiliki cita-cita untuk menjadikan Indonesia sebagai produsen produk halal nomor satu di dunia. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, diperlukan kerjasama dan sinergi JPH di antara seluruh pemangku kepentingan di tingkat global.

“Kesepakatan penting dalam MoC ini akan memperkuat sinergi yang sudah ada, memperkuat ekosistem halal yang dengannya kita dapat menjadi pemain penting dalam industri dan pasar global produk halal”, ujar Aqil.

“Dan tentunya hal ini kami lakukan dengan selalu tunduk dan patuh pada peraturan dan kebijakan nasional yang berlaku,” tambah Aqil.

Hadir sebagai delegasi Indonesia antara lain Menko Polhukam Mahfud Md, Menlu Retno LP Marsudi, Mensesneg Pratikno, Mendagri Tito Karnavian, Menhan Prabowo Subianto, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.

Turut hadir Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJH) Kementerian Agama Muhammad Aqil Irham dan Duta Besar RI untuk Malaysia Hermono.

Exit mobile version