Connect with us

Peristiwa

Inalillahi, Sutrisno Tewas Tenggelam di Sungai Citanduy Saat Mengejar Itik

Published

on

Jasad Sutrisno (35), warga Desa Sidanegara Kecamatan Kedungreja Kabupaten Cilacap, yang tenggelam di Sungai Citanduy di wilayah Desa Sukanagara Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, Kamis (14/3/2019) pagi tadi.

Ketua FK Tagana Kabupaten Pangandaran Nana Suryana mengatakan, jasad lor ditemukan tak jauh dari tempat kejadian.

“Saat ini jasad korban sudah dievakuasi Basarnas Cilacap melalui jalur sungai menggunakan perahu karet ke rumah duka,” terang Nana.

Sebelumnya, puluhan tim SAR gabungan dari Taruna Siaga Bencana (Tagana), SAR MTA, Basarnas Cilacap, Potensi SAR dan Relawan BPBD Pangandaran melakukan pencarian korban tenggelam di sungai Citanduy, kemarin (13/3/2019).

Sutrisno (35), warga Desa Sidanegara Kecamatan Kedungreja Kabupaten Cilacap dilaporkan tenggelam saat mengejar itik yang loncat ke sungai di wilayah Desa Sukanagara Kecamatan Padaherang.

“Kami melakukan penyisiran sejak semalam, setelah mendapatkan informasi korban hilang,,” tutur Ahmad Nasihin, Anggota Tagana wilayah Padaherang.

Dikatakannya, korban menghilang saat mengejar itik-itiknya yang lari ke bantaran sungai. “Korban memang orang Jawa Tengah tapi biasa menambang pasir di wilayah Jawa Barat. Sebelum menghilang, korban sempat terlihat oleh temannya sedang mengejar itik di bantaran sungai,” ujarnya.

Rekan korban kemudian curiga korban tenggelam karena melihat perahunya terombang-ambing terbawa arus sungai.

“Tidak ada yang melihat jelas korban tenggelam, namun teman-temannya curiga karena perahunya hanyut, korban kemudian dicari tidak ada, sampai pihak keluarganya pun ikut mencari karena tidak ada pulang ke rumah,” ungkapnya.

Ahmad mengatakan, pencarian sempat dihentikan karena terkendala cuaca malam hati, namun kembali dilanjutkan pagi dengan bantuan dari tim SAR dan relawan lainnya.

Bambang Setiadi, koordinator Tagana wilayah Kalipucang menambahkan, pencarian korban diperluas hingga radius 20 kilometer dari lokasi kejadian. “Kita menyisir sampai ke muara sungai Citanduy,” ujarnya. (Iwan Mulyadi)

12 Pembaca

Silahkan berkomentar