Inalillahi, Seorang Pelajar di Pangandaran Ditemukan Gantung Diri di Plafon Rumah

0
1938
Anggota Polsek Pangandaran, dibantu warga mengevakuasi pelaku gantung diri dan membawanya ke Puskesmas Pangandara. (foto : dok Polisi)

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Seorang pelajar di Pangandaran berinisial QL (16), nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung  diri dengan memakai tambang yang dikat di salah satu plafon kamar lantai dua di rumah orangtuanya, Rabu (25/12/2019).

Berdasarkan informasi dari beberapa saksi, pelajar SLTA ini diduga mengalami depresi

Kapolsek Pangandaran Kompol Suyadi SH. MM membenarkan kejadian itu. Dalam keterangan orangtua korban, kata Suyadi, sekitar pukul 8.30, ibu korban naik ke lantai dua rumah dengan tujuan menyuruh korban makan.

“Setibanya di kamar korban, ibunya langsung membuka pintu kamar tetapi pintunya terkunci dari dalam,” kata Suyadi.

Suyadi mengatakan, ibu korban mencoba membongkar jendela dengan tujuan supaya bisa masuk melalui jendela.

Setelah berhasil membuka jendela dan masuk ke dalam kamar korban, ternyata korban sudah dalam keadaan tergantung di plafon rumah dengan mengunakan tambang putih.

Suyadi mengatakan, polisi mendapat laporan dari ibu korban melalui telefon, bahwa putranya telah nekat gantung diri.

“Kami langsung ke tempat kejadian lalu mengevakuasi korban yang masih tergantung dan membawanya ke Puskesmas Pangandaran untuk dilakukan pemeriksaan secara medis,” tuturnya.

Dari hasil pemeriksaan medis, kata Suyadi, tidak diketemukan adanya tanda-tanda kekerasan dan diduga korban meninggal kurang lebih sudah 6 jam karena tubuh korban sudah kaku.

“Namun, keluarga menolak autopsi dan selanjutnya korban diserahkan kepada keluarga untuk pemakaman,” ujarnya.

Silahkan berkomentar dengan santun dan bertanggung jawab