Connect with us

TRENDING

Inalillahi, Mantan Istri Sule Meninggal Dunia

Published

on

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Kabar duka datang dari penyanyi Rizky Febian, ibundanya Lina yang merupakan mantan istri dari pelawak, Sule dikabarkan meninggal dunia. Kabar duka ini disampaikan oleh manajer dari Sule, Panji Komara.

Dilansir Viva.co.id, Panji mengabarkan kabar duka ini melalui instagram pribadinya, @Panjikomara. Ia menyampaikan, jika ibunda dari Rizky Febian telah berpulang pada Sabtu dini hari 4 Januari 2020.

“Assalamualaikum. Kabar duka datang dari keluarga besar @rizkyfbian dimana ibu tercinta telah berpulang ke rahmattullah dini hari,” tulisnya di Instagram stories miliknya.

Panji mengabarkan hal tersebut sebagai bentuk permintaan maaf, dikarenakan Sule dan Rizky Febian tidak bisa hadir dalam acara grand opening di salah satu tempat.

“Saya sebagai manager dari kang @ferdinan_sule, mewakili kang Sule dan Rizky Febian dengan berat hati mohon maaf yang sebesar-besar kepada pihak @glafidsyamedika_surabaya tidak dapat hadir di acara grand opening glafidsya medika Surabaya,” ujarnya.

“Dikiranya dapat di mengerti dan mohon doa nya dari teman-teman sekalian @rezagladys @attaubah.mufid,” lanjutnya.

Hingga saat ini, belum ada kabar lebih lanjut dari pihak Rizky Febian maupun Sule.

Advertisement
Comments

TRENDING

Hiu Tutul Sepanjang 6 Meter Mati Terdampar

Published

on

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Seekor Hiu Tutul sepanjang 6 meter terdampar di pesisir pantai Desa Ciheras, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Kemunculan Hiu Tutul ini mengejutkan warga sekitar.

Informasi tersebut menyebar luas hingga membuat warga beramai-ramai mendatangi lokasi. Dari hanya sekadar ingin melihat langsung, mengabadikan kejadian langka dengan video atau berfoto di dekat Hiu Tutul tersebut.

Sebagian warga juga melakukan selfi dengan ikan Hiu Tutul ini. Paus Tutul tersebut tampak berguling-guling di pinggir pantai akibat tersapu gelombang ombak.

Hiu Tutul ini sudah mulai terlihat pada Minggu, 2 Agustus 2020 sore. Diperkirakan mulai terdampar dan mati pada Minggu malam.

Setelah memastikan Paus Tutul mati, warga beramai-ramai memotongnya. Dagingnya dibagikan kepada warga sekitar untuk dikonsumsi. Alasannya, bila dibiarkan justru akan busuk dan menimbulkan bau yang tidak sedap.

Salah seorang relawan BPDB Kecamatan Cipatujah, Rahmat mengatakan, Hiu Tutul ini diketahui sudah mati terdampar di pinggir pantai.

“Jika dibiarkan akan memusuk dan menimbulkan bau. Akhirnya diputuskan untuk memotong-motong dagingnya dan dibagikan kepada warga,” kata Rahmat, Senin (3/8/2020).

(sindonews.com)

Continue Reading

TRENDING

Prank Bagi Daging Kurban Isi Sampah, YouTuber Ini Dikecam

Published

on

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Media sosial kembali dihebohkan dengan aksi YouTuber yang membuat konten prank.

Serupa dengan aksi YouTuber Ferdian Paleka beberapa waktu lalu, YouTuber ini juga membuat prank sampah.

Ia membagikan daging kurban tapi sinya sampah.

Konten tersebut milik akun YouTube Edo Putra Official.

Aksi mereka viral di media sosial. Sontak saja aksi mereka dikecam warganet.

Banyak yang langsung menyerbu kontennya.

Youtuber itu memiliki subscriber lebih dari sembilan ribu.

Ia mengunggah video prank pada 31 Juli 2020.

Vlog tersebut berjudul ‘Prank Bagi Bagi Daging Daging ke Emak-emak Isinya Sampah #Therealprank’.
Hingga berita ini ditulis, Sabtu (1/7/2020) video tersebut sudah ditonton lebih dari 300 ribu kali.

Pada video itu, ada dua pemuda yang melakukan prank.

Keduanya sengaja melakukan prank sampah dan menargetkan emak-emak.

Mereka terlihat memungut sampah kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik hitam.

Setelah itu mereka berkendara mencari-cari target yang mereka tuju.

Ada dua emak-emak yang menjadi sasaran mereka. Emak-emak itu sedang berada di depan rumah yang lokasinya berbeda satu sama lain.

Kepada mereka, Youtuber itu mengaku memberikan bungkusan yang disebutnya berisi daging.

Kemudian Youtuber itu pun pergi. Setelah dibuka terlihat reaksi emak-emak itu bahwa di dalam bungkusan bukanlah daging, yang ada justru sampah.

Sampah-sampahnya kemudian dilempar dan emak-emak tersebut terlihat kesal.

Kemudian, si Youtuber yang nge-prank pun kembali mendatangi emak-emak korban prank-nya satu per satu.

Ia pun meminta maaf dan memberikan uang kepada emak-emak tersebut.

Kepada mereka, Youtuber itu mengaku nge-prank dan menyimpan kamera tersembunyi di halaman rumah.

Vlog tersebut pun langsung banjir komentar negatif warganet.

Warganet banyak melontarkan hujatan. Mulai dari isi konten yang dinilai tak pantas hingga menuding konten tersebut settingan.

Hujatan ini pun tak berhenti di kolom komentar vlog tersebut, tapi juga di akun-akun gosip yang menyebarkan vlog itu.

Continue Reading

TRENDING

Kabar Duka, Didi Kempot Meninggal Dunia

Published

on

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Penyanyi campursari Didi Kempot meninggal dunia di Solo, Selasa (5/5/2020), sekitar pukul 07.30 WIB.

Hal ini disampaikan Lili, saudara dekat Didi Kempot, dalam wawancara di KompasTV.

“Tadi malam di Rumah Sakit Kasih Ibu di Solo,” kata Lili dalam wawancara di KompasTV, seperti dikutip Kompas.com, Selasa.

Lili mengatakan, Didi Kempot saat ini masih di ruang jenazah.

Kepergian Didi Kempot sangat mengejutkan. Menurut Lili. DIdi Kempot masih beraktivitas seperti biasa sebelumnya.

Dionisius Prasetyo atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Didi Kempot merupakan penyanyi campur sari asal Solo, Jawa Tengah.

Ia sebelumnya kerap dijuluki para penggemarnya dengan nama Bapak Loro Ati Nasional, Bapak Patah Hati Indonesia, Lord Didi, dan yang terbaru disebut-sebut sebagai Godfather of Brokenheart.

Didi Kempot adalah anak dari pelawak terkenal, mendiang Ranto Edi Gude atau lebih dikenal dengan nama Mbah Ranto.

Ia juga adik dari salah satu pelawak senior Srimulat, mendiang Mamik Pondang.

Siapa sangka, di balik ketenarannya saat ini, pelantun lagu “Stasiun Balapan” yang dirilis pada 1999 itu dulunya adalah seorang pengamen.

Ia mengawali langkahnya di dunia musik sebagai musisi jalanan sejak 1984 hingga 1989.

Sejak saat itu, Didi telah menciptakan beberapa lagu hingga akhirnya ia bertekat untuk hijrah ke Jakarta dan berharap lagunya dilirik oleh produser.

Lagu-lagu karya Didi Kempot kebanyakan berkisah tentang kesedihan, cinta, dan juga patah hati.

Hal ini membuat orang-orang yang mendengarkan lagunya juga ikut tersayat hatinya.

Pada 2019 lalu, lagu Didi yang berjudul “Pamer Bojo” yang telah dirilis sejak 2016 kembali melejit di dunia musik Tanah Air.

Penggemar musik campur sari Didi Kempot yang kerap disebut dengan Sobat Ambyar kini semakin menyebar.

Tidak hanya terdiri dari kalangan dewasa, tetapi kaum muda kini juga menjadi penggemar lagu-lagu dari pria kelahiran 31 Desember 1966 ini.

Continue Reading

TRENDING

Ini Penampakan Gunung Sumbing yang Disebut Mengerikan Karena Tertutup Awan Bertingkat

Published

on

SEPUTARPANGANDARAN.COM Sebuah postingan mengenai awan yang disebut mengerikan dan menutupi gunung Sumbing viral di media sosial Instagram baru-baru ini.

Saat ini, postingan yang dibagikan oleh @pesonagunung tersebut telah dilihat oleh lebih 45 ribu pengguna hingga Sabtu (4/1/2020) malam.

Dalam video yang dilampirkan, awan yang terlihat mirip UFO tersebut dikelilingi oleh gumpalan awan-awan yang bergerak di sekitarnya.

Diketahui pengunggah pertama video tersebut adalah @andojunior_.

View this post on Instagram

Itu awan apa guys? Kok ngeri lihatnya, pasti didalemnya badai😲 – Untuk yang mau naik gunung dipikir ya dulu guys, cuaca baru tidak bersahabat.. – Untuk yang sudah niat mau mendaki gunung mohon lebih hati2 lagi dan lebih safety, Ingat kesehatan dan keselamatan itu lebih penting, jangan hanya mementingkan foto dan puncak. – Tag partnermu.. – – 🎥 Video dari @andojunior_ 📍 View sumbing dari sunrise camp mt.sindoro ( 03-01-2020 ) • ✓ Info: Jalur Pendakian Gn Sindoro Via Kledung ditutup mulai tanggal 6 sampai batas waktu belum ditentukan. __________________________________________________ #pesonagunung #sindoro #gunungsindoro #sumbing #gunungsumbing #pendakiindonesia #sindorosumbing

A post shared by PESONA GUNUNG INDONESIA (@pesonagunung) on

Awan Lenticularis

Saat dikonfirmasi Kompas.com, Sabtu (4/1/2020) Armando menceritakan kejadian fenomena awan tersebut terjadi pada Jumat (3/1/2020) sekitar pukul 08.00 WIB.

“Hanya beberapa detik saja, soalnya setelah kejadian itu langsung ditutupin sama kabut,” kata dia.

Sementara itu, Koordinator Forum Pengelola Gunung Sumbing, Lilik Setiyawan juga membenarkan adanya fenomena tersebut.

Menurutnya, fenomena awan yang menutupi gunung Sumbing tersebut terjadi pada Jumat (3/1/2020) dan kembali terlihat pada Sabtu (4/1/2020).

“Iya (terlihat lagi) itu fenomena kalau ada badai di atas jadinya seperti itu,” ujarnya kepada Kompas.com(4/1/2020).

Dihubungi terpisah, Prakirawan Cuaca dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Nanda Alfuadi mengatakan jenis awan yang terlihat dalam postingan tersebut dimungkinkan merupakan jenis awan lenticularis yang umum terjadi saat siang hari di musim kemarau.

Menurutnya awan tersebut bukan penanda cuaca buruk tapi penanda potensi turbulensi.

“Sehingga sebetulnya yang perlu hati-hati adalah penggiat penerbangan atau olahraga paralayang karena dalam kondisi atmosfer seperti itu daya angkat atmosfer tidak begitu bagus,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (4/1/2020).

Saat disinggung terkait bentuk awan tersebut yang juga disebut-sebut oleh para netizen mirip UFO, imbuhnya terjadi lantaran proses pembentukan awan ke atas terhambat karena kondisi atmosfer di puncak gunung cenderung stabil sehingga awan melebar ke samping dan bukan tumbuh ke atas.

Topografi gunung

Sementara itu, Kepala Sub Bidang Peringatan Dini Cuaca BMKG Agie Wandala mengatakan awan lentikuleris dipengaruhi oleh topografi gunung dan tegak lurus terhadap arah angin.

Fenomena ini disebutnya wajar terjadi di gunung namun juga bisa terjadi dataran luas.

“Di gunung terdapat sebuah mekanisme yang disebut gelombang gunung, salah satu tandanya adalah awan lentikuler,” ujarnya Sabtu (4/1/2020).

Agie mengatakan fenomena ini tidak berbahaya bagi pendaki karena tidak terjadi badai di sekitar awan tersebut.

Namun yang perlu diwaspadai suhu udara yang menjadi lebih dingin karena suhu dingin adalah pendukung pembentukan awan lentikular.

Continue Reading

TRENDING

Astagfirullah, Empat Wanita di Malang Disekap Ibu Kandung Selama 20 Tahun

Published

on

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Dugaan penyekapan dilakukan oleh Artimunah (62 tahun) warga Banjarejo, Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur kepada empat buah hatinya. Ke empat anaknya itu, diduga disekap di dalam rumah sekira 20 tahun lebih.

Dilansir VIVAnews, dugaan penyekapan ini berhasil dibongkar oleh jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan setempat, pada Jumat, 3 Januari 2020. Ke empat anaknya yang disekap selama puluhan tahun itu semuanya perempuan.

Mereka adalah, anak pertama Asminiwati (45 tahun), anak kedua Titin Yuliarsih (42 tahun), anak ketiga Virnawati (40 tahun) dan anak keempat Anis Mufidah (36 tahun). Kasus ini ditangani oleh Polsek Pakis untuk kepentingan hukum dan Dinas Sosial Kabupaten Malang, untuk kepentingan pemulihan psikis korban.

“Info dari warga ada penyekapan berlangsung lama. Infonya kurang lebih 20 tahun, berarti anak-anak masih usia dini,” kata Kabag Humas Polres Malang, Ajun Komisaris Polisi Ainun Djariyah.

Ainun mengungkapkan, bahwa berdasarkan keterangan sementara yang diperoleh polisi. Terduga pelaku Artimunah nekat menyekap keempat anaknya karena mendapat doktrin dari guru spiritual. Kasus ini terbongkar setelah anak keempat, Anis Mufidah sempat keluar rumah dan menceritakan kepada tetangga.

“Infonya Ibunya didatangi seorang guru spiritual, anak-anaknya di doktrin untuk tidak keluar rumah, dan manut. Anak yang paling kecil, sempat keluar rumah dan cerita ke tetangga. Akhirnya tetangga melaporkan ke desa, lanjut lapor ke Kapolsek,” ujar Ainun.

Setelah mendatangi lokasi, polisi kemudian membawa terduga pelaku dan korban ke Rumah Sakit Jiwa Lawang untuk mendapatkan perawatan medis.

“Kami langsung melakukan evakuasi atau membawa ibu dan Korban penyekapan ke RSJ Lawang guna ditangani oleh pihak Medis. Bahwa tindakan evakuasi korban ke RSJ Lawang berdasarkan surat pengaduan oleh warga bahwa ada warga yang disekap sekitar  20 tahun,” tutur Ainun.

Continue Reading

Populer