BERITA  

Imbas Isu Corona, Masker di Pangandaran Langka di Pasaran

SEPUTARPANGANDARAN.COM Ketersediaan masker di sejumlah apotek di Kabupaten Pangandaran, mengalami kekosongan stok. Kondisi tersebut diduga imbas dari isu wabah Virus Corona yang saat ini menjadi momok menakutkan.

Robi warga Kecamatan Pangandaran membenarkan sulitnya memperoleh masker di Kecamatan Pangandaran. Sejumlah apotik dan mini market juga kehabisan stok.

“Saya sudah mencari masker dibeberapa apotek dan mini market namun tidak membuahkan hasil. Ini langkah antisipasi terkait wabah Corona,” kata Robi.

Sementara itu, salah seorang pegawai Apotek di Kecamatan Pangandaran Yuli menyebutkan, kelangkaan masker sudah terjadi sekitar tiga pekan terakhir atau semenjak ramainya isu Virus Corona.

“Bukan hanya langka, tapi harga masker tersebut pun mengalami kenaikan yang dari semula dijual dengan harga Rp45.000 menjadi Rp100.000 hingga Rp200.000 per box yang berisi 100 buah masker,” terang Yuli.

Kelangkaan tersebut terjadi, kata Yuli, karena barang yang dipasok sejumlah agen dan distributor kehabisan jatah dari pabrik.

“Kekosongan masker di beberapa apotek di Pangandaran karena ada masyarakat yang membeli borongan, namun untuk di kirim kemana saya tidak tahu,” ucapnya.

Kendati harga masker melambung tinggi, kata dia, bukan berarti pihaknya mendapat untung besar. Pasalnya, modal untuk membeli juga harus besar.

”Tidak mengefek kepenjualan obat-obatan lainnya, termasuk kerugian juga tidak. Karena selama ini penjualan masker dalam satu hari hanya terjual beberapa buah saja,” tuturnya. (*)