Ibu kota baru Nusantara memiliki 140 proyek infrastruktur: pemerintah
Jakarta. Ada lebih dari 100 peluang yang tersedia bagi investor, dalam dan luar negeri, yang ingin membantu Indonesia membangun ibu kota baru kepulauan di Kalimantan Timur, menurut Kementerian Pekerjaan Umum.
“Kalau mau investasi di Nusantara, kita punya 140 proyek infrastruktur. Mulai dari jalan, jembatan, air bersih, sanitasi, perumahan dan sebagainya,” kata Riono Suprapto, Sekretaris Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Sumber Daya Air, pada konferensi peringatan pesta emas Indonesia-Korea Selatan di Jakarta, Kamis.
Perkembangan Nusantara telah menarik minat dari Korea Selatan, antara lain. Pemerintah Indonesia melaporkan bahwa Korea Selatan telah setuju untuk menginvestasikan total US$6,37 miliar dalam megaproyek tersebut dan berpotensi menghasilkan 58.000 pekerjaan.
Menurut Riono, Korea Selatan berencana mendukung Indonesia dalam membangun infrastruktur air minum tanpa cairan di Nusantara.
“Korea Selatan akan mendukung penyediaan air minum ke pusat pemerintahan di Nusantara,” kata Riono.
Instalasi pengolahan air limbah akan memiliki kapasitas 600 liter per detik. Air tersebut akan berasal dari Bendungan Sepaku Semoi di Kabupaten Penajam Paser Utara.
Lihat informasi lebih lanjut:
Indonesia dan Korea Selatan memperpanjang nota kesepahaman (MoU) kerjasama teknis terkait realokasi modal. Indonesia memanfaatkan keahlian Korea Selatan dalam membangun Sejong, sebuah kota yang direncanakan didirikan pada tahun 2012 bertujuan untuk mengurangi kemacetan di Seoul. Sejong saat ini berfungsi sebagai ibu kota administratif Korea Selatan.
“Kami mengharapkan transfer ilmu dan teknologi dari Korea Selatan, mengingat perpindahan ibu kota dari Seoul ke Sejong,” kata Riono.
Badan otoritas permodalan Nusantara baru-baru ini mengungkapkan, megaproyek tersebut telah mengakumulasi partisipasi lebih dari 70 perusahaan.
Beberapa dari investasi itu datang dari tetangga terdekat Malaysia, termasuk raksasa real estate Boustead Properties.
Indonesia membutuhkan sekitar Rp 466 triliun (US$31 miliar) untuk membangun Nusantara. Hanya 20 persen dari total pendanaan berasal dari APBN. Indonesia akan mengandalkan investor untuk menutup sisa pendanaan.
Presiden Joko “Jokowi” Widodo berencana mengunjungi Nusantara untuk meninjau kemajuan konstruksi bulan depan, menurut kantor berita Antara.


