Hindari memberi anak ibuprofen saat perutnya kosong. (Foto: Freepik/Freepik)
WAKTU Anak Anda demam tinggi, tidak perlu panik. Demam merupakan salah satu keluhan yang paling sering dialami oleh anak-anak.
Demam adalah kondisi ketika suhu tubuh anak meningkat hingga lebih dari 38 derajat Celcius akibat peradangan atau infeksi. Demam merupakan bentuk resistensi tubuh anak terhadap bakteri atau virus.
Sebagai orang tua, sebaiknya selalu berikan obat untuk menurunkan demam anak Anda. Biasanya, demam juga bisa turun dengan cepat dengan penggunaan obat penurun panas, baik acetaminophen atau ibuprofen.
halaman kutipan HealthReplies.comIbuprofen adalah obat antiinflamasi nonsteroid yang dapat dibeli dari apotek tanpa resep dokter.
Obat ini aman dikonsumsi oleh anak-anak jika diberikan sesuai aturan dan dengan dosis yang tepat. Namun, pertama-tama Anda perlu memahami aturan penggunaan ibuprofen pada anak.
Ibuprofen juga dapat digunakan untuk meredakan sakit gigi, tumbuh gigi, sakit kepala, luka dan patah tulang pada anak. Ibuprofen tidak boleh digunakan jika anak Anda memiliki reaksi alergi terhadap obat ini.
Baca juga:
Anak demam, santai saja
Anda perlu berhati-hati dalam memberikan obat pada anak dan harus mematuhi aturan dosis yang berlaku serta yang tertulis pada label kemasan ibuprofen.
Selain itu, Anda juga perlu mengecek tanggal kedaluwarsa pada kemasan ibuprofen. Jangan gunakan obat kadaluwarsa. Buang dan beli yang baru.
Berikan ibuprofen dengan makanan atau setelah makan. Hindari pemberian ibuprofen pada anak saat perut kosong. Pastikan anak Anda tidak mengonsumsi obat lain yang juga mengandung ibuprofen.
Baca baik-baik apa saja bahan obat anak. Kemudian konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter mengenai penggunaan ibuprofen.
Apalagi jika anak alergi terhadap bahan tertentu dan memiliki masalah kesehatan yang berbeda dengan anak lain, seperti asma atau penyakit jantung bawaan.
Hindari pemberian ibuprofen pada bayi di bawah 6 bulan tanpa persetujuan dokter. Saat mencoba menurunkan demam anak, hindari menggabungkan ibuprofen dengan obat penurun panas lainnya, seperti acetaminophen.
Kedua obat ini bisa dibilang sama efektifnya. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa ibuprofen dapat menurunkan demam lebih cepat daripada asetaminofen. Tepatnya, empat jam pertama setelah minum obat.
Baca juga:
Waspadai tantrum saat anak demam
Pemberian obat ibuprofen ini harus sesuai dengan dosis khusus anak. Dosis ini tertera pada label kemasan obat. Biasanya berdasarkan berat badan atau usia. Dosis yang dianjurkan didasarkan pada berat badan.
Dosis ibuprofen untuk anak-anak adalah 5 sampai 10 mg/kg untuk setiap pemberian. Jika berat badan anak 10 kilogram, Anda bisa memberinya ibuprofen 50-100 mg. Namun, jika Anda tidak mengetahui berat pasti Anda, Anda dapat menggunakan dosis berdasarkan usia seperti yang dirangkum di bawah ini.
- Dari 6 hingga 11 bulan (6 hingga 7 kg): 50 mg
-
Dari 12 hingga 23 bulan (8 hingga 10 kg): 75 mg
- Usia 2–3 tahun (11–16 kg): 100 mg
-
Usia 4 hingga 5 tahun (17 hingga 21 kg): 150 mg
-
Usia 6 hingga 8 tahun (22 hingga 27 kg): 200 mg
-
Usia 9 hingga 10 tahun (28 hingga 32 kg): 250 mg
-
Usia 11 tahun (33–43 kg): 300 mg
Efektivitas penyerapan ibuprofen biasanya membutuhkan waktu 30-60 menit setelah minum obat. Setelah itu, obat ini akan bertahan dan bekerja selama 6-8 jam di dalam tubuh.
Karena itu, Anda dapat mengulangi dosis di atas hingga 3-4 kali sehari. Tidak bisa lebih dari itu.
Bila setelah mendapat 1 dosis ibuprofen anak anda gumoh, anda dapat memberikan 1 dosis lagi saat kondisi anak sudah tenang. Jika ibuprofen tertelan dan anak Anda muntah, tunggu hingga enam jam sebelum mengembalikannya.
Anda perlu menggunakan alat takar yang disertakan dalam kemasan obat ibuprofen, seperti sendok atau cangkir obat, agar dosis obat sesuai. Jangan gunakan sendok teh atau sendok makan di rumah untuk menghindari overdosis atau underdosis. (dgs)
Baca juga:
Obat yang terkontaminasi EG dan DEG meningkat, bagaimana cara memilih obat demam yang aman?


