SEPUTARPANGANDARAN.COM – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pangandaran, menggelar do’a bersama dan refleksi hari lahir (HARLAH) ke 61 dengan mengangkat tema “PMII dan Pendidikan karakter untuk membangun bangsa” Sabtu (24/04/21).
Kegiatan yang dilaksanakan di Graha Sahabat PMII ini, melibatkan kader dan anggota PMII.
Ketua Pelaksana kegiatan, Najmul Umam menyampaikan, walaupun harlah kali ini dilaksakan dengan sederhana, diharapkan tidak mengurangi esensi dengan merefleksikan perjalan dan harapan PMII Pangandaran untuk kedepannya.
Kegiatan ini, lanjutnya, dimulai setelah shalat ashar dengan do’a bersama untuk para pendiri dan pejuang PMII yang telah wafat.
“Semoga PMII terus berada dalam kemajuan organisasi yang lahir dari rahim NU dan kemudian dilanjutkan dengan diskusi tentang pendidikan sampai datangnya waktu berbuka puasa,” terangnya.
Setelah shalat tarawih dilanjutkan dengan melingkar seluruh alumni, kader dan anggota yang hadir saling berbagi pengalaman, motivasi dan ilmu pengetahuan.
Ketua PMII Pangandaran Yusup Sidik menyampaikan, PMII merupakan organisasi yang lahir pada 17 April 1960, Ahlussunnah waljamaah menjadi ideologinya dan pancasila sebagai asasnya.
Nilai Dasar Pergerakan sebagai landasan bergeraknya, kritis transformatif sebagai paradigmanya Dzikir, Fakir dan amal soleh menjadi Mottonya.
Taqwa, intelektualitas dan profesionalitas sebagai tri khidmatnya kemudian kebenaran, kejujuran dan keadilan sebagai tri komitmennya.
Dengan berbagai jenjang kaderisasi baik formal, non formal dan informal di dalamnya ditambah dengan berbagai kegiatan yang mengedepankan intelektualitas.
“Organisasi ini tentu sudah banyak melahirkan orang orang hebat yang berperan aktif dalam pembangunan bangsa ini termasuk pembangun di Kabupaten Pangandaran,” terangnya.
Transfer ilmu pengetahuan terus dilakukan di tubuh PMII untuk membentuk kader kader yang tangguh.
Jadi jelas, kata Sidik, PMII lewat pengkaderannya terus konsisten menamakan pendidikan karakter bagi seluruh warga pergerakan pada khususnya.
Pendidikan, lanjut Dia, merupakan hal mendasar bagi kehidupan bangsa ini, lewat pendidikan bangsa ini bisa tangguh dengan pendidikan pula bangsa ini bisa maju, berdaya saing dan yang paling penting adalah beradab.
“Maka sektor pendidikan tidak bisa dipandang sebelah mata jika sebuah bangsa ingin maju dan beradab termasuk di Kabupaten Pangandaran,” ujarnya.
Dengan program Pangandaran Juara diharapakan di Kabupaten Pangandaran tidak ada lagi kata tidak mampu melanjutkan sekolah karena tak sanggup untuk membayar biaya pendidikan dan tak ada lagi ketimpangan.
Karena pendidikan merupakan sumber dari segala sumber kemajuan bangsa, kata Sidik, maka jika ada permasalahan di sektor pendidikan diharapkan dapat cepat terselesaikan.***
