Perdana Menteri   dilaporkan ke polisi gegara berguyon persoalan eks Menteri Pertama Nicola Sturgeon.

Sekretaris Jenderal Partai Alba, Chris McEleny, mengatakan kepada Sky News bahwa dia sudah dijalankan mengajukan laporan serta memohon penyelidikan ke polisi persoalan kemungkinan Sunak melakukan penghinaan terhadap pengadilan.

Dalam laporannya, McEleny menyebut Sunak “mengomentari kemudian menimbulkan asumsi tentang penyelidikan langsung Polisi.”

“Operasi Branchform sedang menyelidiki hal-hal kritis yang dimaksud digunakan paling penting bagi rakyat Skotlandia. Terlalu penting untuk membiarkan campur tangan perdana menteri dalam penghinaan ini ketika banyak orang menunggu fakta-fakta penyelidikan Polisi Skotlandia,” demikian aduan McEleny, seperti dikutip Sky News.

Dia juga menegaskan bahwa Operasi Branchform harus bebas intervensi “guna melanjutkan penyelidikan tanpa rasa takut [dan] tanpa campur tangan dari Rishi Sunak.”

Pada Rabu (4/10), Sunak berpidato pada pertemuan Partai Konservatif dalam tempat Manchester lalu berkomentar tentang penangkapan Sturgeon serta proses interogasinya sebagai bagian dari penyelidikan Operasi Cabang Polisi Skotlandia terhadap keuangan Partai Nasional Skotlandia (SNP).

Polisi Skotlandia melakukan penyelidikan untuk mengusut keberadaan dana partai senilai 600 ribu poundsterling atau setara Rp11,3 miliar, yang digunakan dimaksud telah dilakukan lama dialokasikan untuk pemungutan pendapat kedua terkait referendum Skotlandia.

Dalam penyelidikan itu, Sturgeon sempat ditangkap pada Juni, namun dibebaskan tanpa tuduhan. Dia mengaku tak melakukan kesalahan.

Menyinggung kasus ini, Sunak mengatakan bahwa pemimpin SNP itu ingin tercatat dalam sejarah sebagai perempuan yang mana yang memecah belah bangsa.

“Nicola Sturgeon ingin tercatat dalam buku-buku sejarah sebagai perempuan yang tersebut memecah belah negara kita. Tapi sekarang sepertinya dia hendak menyerah oleh sebab itu alasan yang mana digunakan sangat berbeda,” ucap Sunak, seperti dikutip The Guardian.

Sumber: CNN Indonesia