KEJAYAAN Jessica peraih Planet Muzik Award 2017 sekaligus tiga nominasi Indonesian Music Awards merilis karya terbarunya melalui EP bertajuk Apa kita sekarang?. EP yang dirilis oleh Sinjitos Collective ini berisi dua buah lagu yaitu “What Are We Now?” dan “Keingintahuan”.
Lagu “Apa Kita Sekarang?” merenungkan kehidupan selama pandemi dan sekarang. “Arahkan pendengar untuk menghadapi emosi ketidakpastian saat hidup meminta kita mengambil keputusan, berada di tengah ketidakpastian dan kecemasan untuk menerima masa depan yang penuh harapan”, ujar Glória dalam keterangannya, Rabu (28/6).
Baca juga:
Bernadya Rilis Mini Album Debut ‘Listening’
EP memberikan vokal ini kuat khas Gloria, diiringi musik yang menggugah selera. Sebuah karya dengan produser dan komposer Joseph Saryuf.
Juga, “Apa kita sekarang?” menjadi tonggak bagi langkah Gloria menuju era baru dalam karir musiknya menyusul perilisan album terbarunya badut pada tahun 2021 lalu.
Gloria berbicara tentang kembalinya dia ke bisnis musik yang menjadi cinta pertamanya setelah menjelajahi daerah baru selama pandemi, termasuk membuka kedai kopi dan creative hub di Jakarta Selatan.
Gloria membayangkan berada di kemudi dengan seorang penumpang, mewakili seseorang, atau peluang dan mimpi, memanggilnya seolah-olah ‘mengemudi lambat dan cepat’ dan mengambil langkah pasti di persimpangan jalan untuk menentukan masa depan.
Baca juga:
30 Second To Mars to Turnover Siap Memukul Soundrenaline 2023
“Kita tidak perlu tahu seperti apa masa depan kita, tapi kita harus tahu apa yang kita inginkan dan tidak takut melakukan kesalahan,” lanjutnya.
Tumbuh dan berkembang dari pesona feminin yang dikenal para penggemarnya selama menjadi finalis The Voice Indonesia, Gloria kini menunjukkan dirinya yang utuh, dengan kebebasan untuk mengungkapkan sisi berani dirinya.
“Apa kita sekarang?” ini adalah pertama kalinya Gloria terlibat langsung dalam penulisan musik untuk lajangsejak awal, membuat lagu ini terasa mengakar dalam dirinya.
Penciptaan lagu ini pun terasa unik baginya, karena diawali dengan keputusan “usil” untuk bereksperimen. Perangkat lunak Produksi musik Logic Pro yang belum pernah ia kuasai sebelumnya. Versi: kapan mentah (kurang lebih) lagu ini kemudian diolah bersama kolaborator menjadi sebuah track dipompa DAN grogi yang sekarang tersedia untuk semua pendengar. (jauh)
Baca juga:
Paul Partahap merayakan ulang tahun album ‘PS I LOVE YOU’
