Indeks

Gibran Ingatkan Dinamika Politik Memanas dan Sindir Pegawai Keluyuran Jam Kerja

MerahPutih.com – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengumpulkan ribuan pegawai negeri sipil (ASN) pada hari pertama bekerja setelah libur lebaran di Pendapi Balai Kota, Rabu (26/4).

Gibran bercerita, dinamika politik saat ini mulai memanas dengan munculnya calon presiden (bacapres). ASN tidak boleh berpolitik praktis.

“Fokus melayani masyarakat meskipun dinamika politik memanas. Dinamika politik semakin memanas, semakin keras, ada yang menyatakan, ada yang berganti partai, ada yang konsolidasi dari hari ke hari. Sekali lagi saya tekankan kepada bapak ibu sekalian yang hadir pagi ini agar tidak terpengaruh,” kata Gibran dalam pengarahannya, Rabu (26/4).

Baca juga:

Gibran melarang penjaja makanan dan Jukir menaikkan harga saat Lebaran

Ia mengatakan, semua ASN harus fokus pada pekerjaannya masing-masing. Pemeriksaan akan dilakukan.

Putra sulung Presiden Jokowi itu juga menyebut pekerja dengan pengaturan kontrak (TKPK) berkeliaran pada jam kerja.

“Saya ingatkan kepada TKPK agar tidak menghilang pada jam kerja. Para ketua OPD (organisasi perangkat daerah) jangan takut untuk memarahi TKPK. Fokus kerja saat ini kita fokus melayani warga dulu karena kita masih punya banyak tugas dari rumah”, tegasnya.

Gibran menilai kinerja Pemkot Solo pada triwulan I cukup baik, menurut Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Operasional Kegiatan (Pok). Seharusnya ASN mengurangi anggaran upacara, namun alokasinya lebih kepada peningkatan pelayanan.

“Peresmian, pengguntingan pita, yang namanya pengguntingan pita tidak ada manfaat atau pengaruhnya secara langsung bagi warga. Fokus saja pada kehadiran, kurangi upacara, kurangi acara yang pidatonya sampai lima kali, enam kali tidak ada pengaruhnya”, terangnya.

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dan Selvi Ananda bersalaman dengan ASN di momen lebaran hari kerja pertama, Rabu (26/4). (MP/Ismail)



Gibran meminta ASN fokus menurunkan angka pengangguran terbuka. Data kemiskinan ekstrem menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Solo turun dari 3% menjadi 0,8%.

“Makanya fokus harus dihabiskan, harus diatur ulang. Termasuk kawasan kumuh dan program untuk menghilangkan stunting. Fokus dan lacak progres setiap bulannya,” ujarnya.

Baca juga:

Gibran mengizinkan penggunaan semua lapangan untuk shalat Idul Fitri

Gibran menambahkan OPD juga harus menanggapi pengaduan masyarakat melalui Unit Layanan Pengaduan (ASN) Surakarta dan melalui media sosial. Masalah sampah dan parkir di Kota Solo saat libur Lebaran 2023 menjadi perhatian.

“Jangan jadikan libur Idul Fitri sebagai alasan. Masalah kemacetan dan membuang sampah sembarangan di tempat wisata saat Lebaran menjadi perhatian,” pungkasnya.

Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa menambahkan, pihaknya mengapresiasi kinerja ASN awal tahun ini. Dimana penyerapan anggarannya bagus.

“Di awal pemerintahan (Gibran-Teguh), ASN baru bisa mengikuti langkah cepat kerja setelah tiga tahun pemerintahan. Kita akan tingkatkan pelayanan kepada masyarakat”, kata Teguh. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca juga:

Marhaenis dari Deklarasi Gibran RI 1 di Tugu Kebangkitan Nasional Solo



Source link

Exit mobile version