Indeks

Geger Ketua DPR AS Kevin McCarthy Dipecat, Ini Alasannya

Geger Ketua DPR AS Kevin McCarthy Dipecat, Ini Alasannya

Jakarta – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Selasa (3/10/2023) memecat Kevin McCarthy dari Partai Republik sebagai ketua dewan, yang mana merupakan pertama kalinya dalam sejarah dewan yang tersebut mencopot pemimpinnya melalui mosi tidaklah ada percaya.

McCarthy, dari California, dilengserkan ketika sekelompok kecil delapan anggota Partai Republik konservatif garis keras bergabung dengan semua anggota Partai Demokrat untuk menyetujui “mosi untuk mengosongkan” yang digunakan mana diajukan oleh Perwakilan Partai Republik Matt Gaetz, dari Florida, yang dimaksud dimaksud merupakan musuh lama McCarthy.

Beberapa saat setelah pemungutan kata-kata berakhir, anggota Parlemen Patrick McHenry dari North Carolina, sekutu dekat McCarthy juga ketua Komite Jasa Keuangan, mengambil peran sebagai juru bicara sementara juga memimpin majelis itu memasuki masa reses.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Konferensi Partai Republik dalam DPR berencana bertemu Selasa malam untuk merencanakan langkah selanjutnya.

Penggulingan McCarthy secara efektif terjadi pada Sabtu ketika ia meraih kemenangan legislatif yang mana yang disebut mengejutkan, menghasilkan Partai Demokrat bergabung dengan Partai Republik dalam menyetujui rancangan undang-undang pendanaan jangka pendek yang dimaksud menghindari penutupan pemerintah.

Meskipun McCarthy menyenangkan Gedung Putih dengan langkah tersebut, hal ini justru memicu kebencian yang tersebut dimaksud sudah membara terhadap kepemimpinannya di dalam area kalangan anggota kaukus Partai Republik sayap kanan.

Beberapa pendukung McCarthy mengatakan merekan berencana untuk mengusulkan namanya pada putaran pemilihan ketua berikutnya.

Namun, anggota kepemimpinan Partai Republik lainnya juga sudah diusulkan sebagai calon pengganti, termasuk Pemimpin Mayoritas Tom Emmer dari Minnesota juga juga Pemimpin Mayoritas Steve Scalise dari Louisiana. Keduanya populer dalam dalam kalangan anggota Partai Republik.

Terakhir kali mosi untuk membatalkan pemungutan ucapan terjadi pada DPR adalah pada tahun 1910, ketika Ketua Partai Republik Joseph Cannon selamat dari mosi tersebut.

Kepemimpinan McCarthy pada jabatan ketua telah lama terjadi melemah sejak ia terpilih pada bulan Januari, akibat adanya kelompok kecil yang tersebut digunakan dipimpin oleh Gaetz yang digunakan hal tersebut tiada senang dengan orang California tersebut.

Sebuah sumber mengatakan kepada NBC News pada Selasa bahwa beberapa sekutu McCarthy “memohon” beberapa orang anggota DPR dari Partai Demokrat untuk memilih bersama merekan guna mempertahankan jabatannya sebagai ketua.

“Kami membutuhkan Kevin McCarthy untuk tetap menjadi pembicara kami,” kata Emmer saat debat. “Kami akan tetap fokus pada misi kami untuk memberikan kemenangan yang digunakan mana masuk akal bagi rakyat Amerika,” tuturnya, dilansir CNBC International.

Gaetz menuturkan McCarthy cenderung menyembunyikan kebenaran.

“Tidak ada yang tersebut itu egois jika menginginkan ketua DPR yang digunakan dimaksud mengatakan kebenaran,” ujarnya.

Gaetz mengatakan bahwa McCarthy tidaklah lagi mewakili kepentingan kaukus Partai Republik setelah ketua partai hal itu bekerja serupa dengan Partai Demokrat untuk meloloskan rancangan undang-undang pendanaan sementara untuk menghindari penutupan pemerintah pada akhir pekan.


Sumber: CNBC Indonesia

Exit mobile version