Connect with us

Berita

Dua Sungai di Pangandaran Akan Dikeruk Tahun Ini

Published

on

Normalisasi Sungai Cikidang dan Ciputrapinggan akan dikerjakan tahun ini oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy. Pengerukan atau normalisasi sungai tersebut sebagai upaya untuk menekan resiko bencana banjir di Pangandaran.

Staf BBWS Citanduy Tri Wijayanto mengatakan, ini juga merupakan permintaan langsung dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

“Pengerukan sedimen di kedua titik itu mencapai 6,9 kilometer, yakni Sungai Cikidang sepanjang 4,5 kilometer dan Ciputrapinggan sepanjang 2,4 kilometer,” katanya usai koordinasi dengan pihak Pemda di ruang kerja Bupati Pangandaran, Rabu (13/3/2019).

Tri menuturkan, kedua sungai yang akan dilakukan pengerukan berada di enam desa yang beresiko terkena dampak bencana banjir.

“BBWS sudah menyiapkan design yang terbaik untuk normalisasi sungai itu, solusinya kami melakukan pengerukan dulu, itu juga berdasarkan hasil kajian,” tuturnya.

Jika di tahun 2020 masih terjadi banjir, kata Tri, pihaknya akan membicarakannya lebih detail lagi. “Untuk pengerjaan tahun ini anggaran mencapai Rp19 miliar,” sebutnya.

Tri menambahkan, untuk melaksanakan rencana pengerukan di dua titik itu.
“Pihak desa meminta proses pengerukan nanti jangan sampai mengganggu tanah milik warga desa tersebut,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata mengatakan, seandainya harus ada ganti rugi tanah milik warga, itu kewenangan dari provinsi.

Namun, kata Jeje, karena APBD provinsi sudah diketuk, maka anggaran untuk ganti rugi paling bisa direalisasikan pada anggaran perubahan.

“Kami akan terjun langsung ke lapangan dan menyampaikan itu ke masyarakat,” katanya.

Jeje menyebutkan, di Cikidang ada tanah sekitar 8.000 meter-an dan itu harus diselesaikan, kalau tidak diselesaikan takut proyeknya tidak jalan.

“Kami akan pastikan dulu ada dan tidak adanya tanah milik warga yang terkena imbas pengerjaan normalisasi kedua sungai tersebut,” sebutnya. (Iwan Mulyadi)

1 Pembaca

Silahkan berkomentar