DPRD Mendukung Rencana Pembangunan Sport Center Pangandaran

DPRD Mendukung Rencana Pembangunan Sport Center Pangandaran
DPRD Mendukung Rencana Pembangunan Sport Center Pangandaran. (foto : Ilustrasi/net)

Sebagai daerah paling bungsu di Jawa Barat, Kabupaten Pangandaran sampai saat ini belum memiliki pusat kegiatan olahraga yang representatif.  Sport center Pangandaran hingga kini belum terwujud, bahkan sekedar stadion sepak bola yang memenuhi standar pertandingan resmi.

Ketua DPRD Pangandaran Asep Noordin mengatakan pihaknya berusaha mendorong agar pembangunan sport center di Pangandaran bisa terwujud. Meski diakuinya pula keterbatasan anggaran yang dimiliki Pemkab Pangandaran menjadi permasalahan yang tak bisa diabaikan.

“Sport center Pangandaran perlu dibangun, Pangandaran sudah saatnya punya sarana olahraga yang representatif. Walaupun kita tak bisa menutup mata, jika melihat kondisi kemampuan anggaran daerah saat ini,” kata Asep.

Baca juga :  Penyusunan Perda RPJMD Dewan Ingatkan Skala Prioritas

Sebagai daerah otonom baru, kata Asep, Pangandaran harus memprioritaskan dulu alokasi anggaran untuk membiayai sektor-sektor pembangunan yang memiliki urgensi tinggi bagi masyarakat.

“Ke depan harus punya sport center, walaupun sekarang kita harus bersabar dulu karena prioritas pembangunan mengarah kepada pemenuhan kebutuhan-kebutuhan dasar masyarakat,” kata Asep.

Baca juga:  Ketua DPRD Pangandaran Ajak Semua Pihak Bersama Atasi Krisis Fiskal: Jangan Saling Menyalahkan

Namun demikian penyusunan perencanaan pembangunan sport center saat ini sudah mulai dirancang. Rencananya akan dibangun di wilayah dataran yang tinggi atau bukan di wilayah pantai.

Pemilihan lokasi sport center yang jauh dari pantai ini bukan tanpa alasan. Isu terjadinya bencana megatrust di pantai selatan Jawa menjadi salah satu pertimbangan.

Maksudnya keberadaan sport center Pangandaran selain menjadi sarana kegiatan olahraga, juga memiliki fungsi lain menjadi tempat evakuasi atau lokasi pengungsian seandainya terjadi bencana.

“Isu megatrust itu tentu tidak kita kehendaki, mudah-mudahan jangan sampai terjadi. Namun pemerintah harus mengambil langkah antisipasi, salah satunya dengan menyiapkan lokasi pengungsian atau tempat evakuasi. Pembangunan ini menurut saya memiliki dua fungsi, selain untuk kegiatan olahraga juga sebagai langkah mitigasi bencana,” kata Asep.*