MerahPutih.com – Ancaman resesi ekonomi masih berpotensi melanda Indonesia di tahun 2023.
Komisioner XI DPR RI Kamrussamad mengingatkan pemerintah untuk serius merancang dan menerapkan strategi untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas.
Dia yakin perencanaan dan implementasi ini berpotensi menjadi kekuatan besar yang mampu mencegah kemungkinan resesi di tahun 2023.
Baca juga:
Indonesia tetap optimis pada peningkatan ekspor di tengah ancaman resesi
“Ukuran kualitasnya adalah setiap satu persen pertumbuhan ekonomi harus mampu menciptakan 500.000 lapangan kerja baru,” kata Kamrussamad dikutip di Jakarta, Sabtu (25/2).
Lebih lanjut, dia meyakini, belanja APBN yang tepat akan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Sehingga dia mengusulkan agar APBN yang ada saat ini digunakan pada triwulan kedua.
Menurutnya, jika digunakan dengan baik, tepat waktu dan manfaat yang tepat akan meningkatkan kualitas belanja negara untuk mencapai target.
“Kalau APBN dibelanjakan di (bulan) September, Oktober, November, kok bisa benar (dan) benar soal manfaatnya? dampak pada pertumbuhan ekonomi. Jadi (sebagai contoh) jika lebih dari Rp. 700 triliun untuk TKDD (Transfer ke Daerah dan Dana Desa) kita habiskan pada triwulan kedua ini, saya yakin dan yakin desa dan dana desa masuk di dalamnya, bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang baru,” kata politikus Fraksi tersebut. Gerindra.
Baca juga:
Crewdible membantu UMKM mengubah resesi menjadi peluang
Kamrussamad menjelaskan, DPR RI melalui Komisi XI meminta pemerintah meningkat persentase pajak penerimaan negara di beberapa sektor yang tumbuh relatif selama 15 bulan terakhir.
Diketahui, setelah mengalami penurunan pada tahun 2020, persentase pajak akan tumbuh kembali masing-masing menjadi 9,11% pada 2021 dan 10,41% pada 2022. Rekomendasi ini baginya sangat mendasar karena persentase pajak juga memberikan kontribusi yang kuat terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“jika persentase pajak tercapai sesuai target pada triwulan kedua dan ketiga tahun ini, kami optimis ketahanan fiskal kita akan kuat. Jadi tahun depan, dalam APBN 2024, tingkat ketangguhannya jauh lebih baik,” pungkas legislator Daerah Pemilihan III DKI Jakarta itu. (Knu)
Baca juga:
Jusuf Kalla: Tidak ada tanda-tanda resesi di Indonesia pada 2023
